CeritaAnak: Kelinci dan Kura Kura. Cerita ini punya pesan moral yang sangat mendidik. Saking bagusnya, dari sekian cerita anak, cerita Kelinci dan Kura kura menjadi cerita anak (fabel) yang hikmahnya pantas direnungi juga oleh orang dewasa, gak cuma anak-anak. "Hehe enggak deh, peace yaaa Cii." jawab monyet sambil mengacungkan 2 Namun anak kecil biasanya paling suka cerita fabel, Ma. Apalagi anak yang berusia 5 tahun ke bawah. Cerita fabel cocok untuk anak yang sedang belajar mengenal hewan. Selain itu, cerita fabel juga memiliki banyak amanat yang dapat berdampak baik bagi perkembangan karakter si Kecil. Salah satunya adalah lewat kisah "Kelinci dan Kura-kura". PesanMoral Contoh Cerita Fabel: Janganlah sombong dan meremehkan kemampuan orang lain. Kesombongan hanya akan mendatangkan kerugian dan penyesalan di kemudian hari. Cerita Fabel Babi dan Domba. Cerita Fabel Buaya yang Serakah. Cerita Fabel Burung Gagak. Cerita Fabel Burung Gagak dan Elang. Cerita Fabel Gajah, Kerbau dan Harimau. Dongengini berbentuk fabel. Fabel adalah dongeng yang menjadikan hewan sebagai tokohnya. Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang. "Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet. "Ayo, kau di sebelah kanan aku di sebelah kiri," jawab kura-kura. PesanMoral dari Cerita Hewan Fabel : Dongeng Rusa dan Kura-Kura adalah jangan sombong dan meremehkan kemampuan orang lain. kesombongan hanya akan mendatangkan kerugian dan penyesalan di kemudian hari. Pesan Moral dari Kumpulan Cerita Hewan Fabel : Kelinci dan Anjing Petani adalah jika kita memiliki keinginan dan semangat yang kuat untuk VR82Jb. Cerita dongeng monyet dan kura-kura dalah salah satu fabel yang paling popular di Indonesia. Dongeng ini di ceritakan secara turun… Lanjutkan Membaca → Cerita dongeng monyet dan kura-kura dalah salah satu fabel yang paling popular di Indonesia. Dongeng ini di ceritakan secara turun temurun. Hari ini kami ingin menceritakan kembali dongeng fabel ini intuk adik-adik semua. Semoga kalian suka. Suatu hari, hiduplah sekeor Kura-Kura dan Monyet yang hidup bertetangga dalam sebuah pohon besar. Kura-Kura yang tinggal di bawah, sementara sang Monyet tinggal diatas dahan. Kedua hewan tersebut hidup dengan sangat rukun, saling berbagi dan saling tolong menolong. Suatu hari, Monyet berkunjung kerumah Kura-Kura. Kura-Kura pun menyambutnya dengan senang hati. Tiba-tiba, hujan pun turun dengan sangat lebat. Mereka menghabiskan waktu dengan berbincang-bincang sambil menunggu hujan reda. Dari perbincangan keduanya. Akhirnya, Monyet mendapatkan sebuah ide untuk menanam pohon Pisang dengan pohon besar, tempat mereka tinggal. ’ Sahabatku, seandainya saja ada pohon Pisang didekat tempat tinggal kita ini. Pasti kita berdua bisa memakan sepuasnya tanpa harus mencari makanan kemana-mana.’’ Usul Monyet ’ Kau benar sekali, kalau begitu. Besok kita bersama-sama menanam pohon Pisang dekat dengan rumah kita.’’ Ujar Kura-Kura. ’ Baiklah, kau memang sangat pintar. Besok aku akan pergi untuk mencari bibit pohon Pisang.’’ Ujar Monyet kegirangan. Dengan hati gembira, pagi-pagi sekali Monyet sudah terbangun dari tidurnya dan mulai mencari bibit Pisang. Setelah ia berjalan cukup jauh. Akhirnya, ia menemukan sebuah batang pohon Pisang yang hanyut disungai. Monyet pun segera terjun ke sungai dan mendorong batang Pisang menuju tepian. Cerita Dongeng Monyet dan Kura-Kura Fabel Terpopuler Monyetpun membawa batang Pisang kerumahnya. Sesampainya di depan rumahnya, ia memanggil Kura-Kura sahabatnya. Ia pun menyuruh Kura-Kura untuk membagi batang Pisang tersebut menjadi dua. ’ Kau mau yang mana? Bagian atas atau bawah?’’ ujar Monyet. ’ Terserah kau saja. Kau sudah bersusah payah membawanya kemari. Kau saja yang pilih duluan.’’ Ujar Kura-Kura. Akhirnya, Monyet mengambil bagian atas. Ia berpikir bagian ataslah yang akan cepat berbuah lebat. Ia pun memberikan bagian bawah serta akarnya kepada kepada Kura-Kura. Tanpa menunggu waktu lama, Kura-Kura langsung menanam batang Pisang tersebut. Kura-Kura merawatnya setiap hari. Sehingga pohon Pisang tumbuh dengan sangat subur. Saat yang dinanti pun akhirnya tiba, Pohon Pisang milik Kura-Kura siap untuk di panen. Sementara, milik Monyet mati karena layu. Karena Kura-Kura tidak dapat memanjat, ia meminta bantuan kepada sabatnya Monyet untuk memetik Pisang-pisang itu. ’ Monyet sahabatku, pohon Pisangku sudah berbuah dan tumbuh tinggi. Namun, aku tidak dapat memajatnya. Maukah kau menolongku untuk memetik Pisang-pisang itu? Aku akan memberikan sebagian Pisangku kepadamu’’ kata Kura-Kura. Tawaran dari Kura-Kura diterima dengan senang hati oleh Monyet. Ia pun langsung memanjat pohon Pisang. Namun, setelah sampai diatas. Ia pun mengambil satu Pisang yang sangat segar dan terlihat lezat itu untuk dimakan. Tidak puas hanya satu. Monyet pun terus menerus memakan Pisang tersebut. sementara, Kura-Kura yang menunggu di bawah pun menjadi sangat kesal. ’ Monyet, cepat lemparkan Pisang bagianku!’’ teriak Kura-Kura. Namun, Monyet pura-pura tidak mendengarnya. Ia terus saja memakan buah Pisang tersebut. Kura-Kura kesal karena Monyet sama sekali tidak mendengarkannya. Kura-Kura pun pergi dan mengambil sarung milik Monyet. Kebetulan, di dekat tempat tinggalnya tersebut, terdapat sebuah tempurung kelapa yang cukup besar. Ia pun akhirnya bersembunyi di bawahnya. Setelah Monyet kenyang. Ia pun turun dan membawa sisa Pisang untuk Kura-Kura. Ia pun memanggil Kura-Kura. ’ Kura-Kura, dimana kau? Aku bawakan Pisang bagianmu.’’ Ujar Monyet. Namun, yang dipanggil pun tidak ada jawaban. Monyet pun akhirnya memutuskan untuk kembali kerumahnya. Sebelum ia pulang, ia menyadari bahwa sarungnya hilang. ’ Kura-Kura, cepatlah keluar. Cepat kembalikan sarungku. Aku sangat malu pulang tanpa sarung. Ini Pisang bagianmu.’’ Ujar Monyet memelas. Monyet pun terus mencari Kura-Kura dan kelelahan. Ia pun beristirahat di atas tempurung tersebut. ’ Kura-Kura, cepatlah keluar ambil Pisangmu dan kembalikan sarungku.’’ Ujarnya. Tiba-tiba, di bawah tempurung terdengar suara aneh. ’ Kuuk.’’ Mendengar bunyi tersebut, Monyet mengira itu suara kentutnya sendiri. Ia pun terus memanggil Kura-Kura agar keluar. Namun, suara itu terdengar kembali. Dan begutulah seterusnya. Karena Monyet merasa kesal. Ia pun memukul pantatnya sendiri dengan batu. Hal itu membuatnya sangat kesakitan. Sementara, Kura-Kura tidak tega mendengar Monyet yang kesakitan. Akhirnya, Kura-Kura keluar dari tempurung tersebut. ’ Hai Monyet, ini sarungmu. Itulah akibatnya. Karena kau terlalu serakah. Akhirnya, dirimu sendiri yang kesakitan.’’ Ujar Kura-Kura. Monyetpun menahan rasa sakitnya dan meminta maaf atas perbuatan buruknya kepada Kura-Kura. Pesan moral dari Cerita Dongeng Monyet dan Kura-Kura Fabel Terpopuler adalah jangan pernah ingkar janji dengan apa yang telah di ucapkan. Orang yang sering ingkar janji tidak akan disukai dan akan menanggung hal buruk dimasa yang akan datang. Dongeng Sebelum Tidur Cerita Fabel Anak Tentang Si Monyet yang Mencuri Makanan - Inilah dongeng fabel yang cocok dibacakan untuk anak sebelum tidur berjudul Monyet Si Pencuri Makanan. Suatu hari hiduplah kura-kura, kelinci, dan kerbau yang merupakan sahabat karib. Mereka selalu bekerja sama. Seperti sekarang, mereka sedang mengumpulkan makanan untuk persediaan musim kemarau. “Kita tidak akan kehabisan makanan selama musim kemarau nanti,” ucap Kerbau. “Benar, Kerbau. Untunglah, kita sudah mencari makanan,” balas Kelinci. Tanpa mereka ketahui, Monyet mendengar percakapan mereka. Monyet mempunyai sifat yang sangat tidak baik. Ia suka mencuri. “Bagaimana aku bisa ikut memakan persediaan makanan mereka.” pikir Monyet. “Aha!” Monyet memiliki ide. Ia harus menjadi sahabat mereka, agar bisa makan bersama mereka. Monyet pun berpura-pura terjatuh dari pohon. Kerbau dan kawan-kawannya yang melihat Monyet terjatuh, langsung menghampiri Monyet. “Kau kenapa, Monyet?” tanya Kura-kura. Hai adik-adik bagaimana kabar kalian di hari libur ini. Bagi kalian yang libur di rumah, tidak usah bersedih, karena kakak akan berbagi Dongeng Fabel Cerita Kura-Kura dan Monyet yang seru. Kalian tentu masih ingat dengan dongeng fabel kakak sebelumnya. Sifat kura-kura yang baik hati sering di manfaatkan oleh si monyet yang licik. Sekarang kakak akan bercerita dongeng kura kura dan monyet lainnya untuk menemani hari libur kalian. Yuk kita ikuti bersama. Pada suatu hari tinggalah seekor Kura-kura yang sangat rendah hati dan sangat baik. Ia memiliki kebun yang di tanamin buah-buahan yang sangat segar. Ia juga menanam buah pisang. Namun, ia selalu kesulitan ketika buah-buahan di kebunya panen. Karena ia tidak bisa memanjat. Kisah Cerita Anak Kura-kura dan Monyet Pembohong Suatu hari di sebuah hutan, seekor Monyet yang sangat sombong. Ia selalu menyombongkan diri yang paling cerdas dan lincah. Ia membanggakan dirinya bahwa ia pemanjat yang hebat, ia juga bisa berlari sama cepatnya seperti Kelinci. Tibalah, hari yang di tunggu Kura-kura. Buah-buahan di kebunnya sudah berbuah. Ia sangat senang. Namun, tiba-tiba ia merasa sedih, karena tidak bisa memetik hasil buahnya. Akhirnya ia berjalan mencari siapa saja yang bisa menolongnya. Kura-kura melihat kerumunan teman-temannya sedang berkumpul. Ia memutuskan untuk menghampiri. ’ Mungkin saja di sana ada yang bisa membantuku mengambilkan buah-buahan ku yang lezat’’ ujarnya dalam hati. Setibanya di kerumunan tersebut ia melihat seekor Monyet seang membual di depan teman-temannya, ia menunjukan keahliannya memanjat pohon. Ia selalu membanggakan diri. Ketika Monyet meloncat turun di sebuah cangkang. Tiba-tiba, sebuah kepala dan emapat kaki keluar dari cangkang dan mulai merangkak berjalan. Si Monyet sadar, bahwa cangkang itu adalah Kura-kura atau biasa di sebut si lambat. Karena Kura-kura adalah hewan paling lambat yang ada di hutan tersebut. Monyet tertawa melihat Kura-kura datang. Ia pun mulai mengejeknya. Namun, Kura-kura hanya tersenyum tidak menghiraukan yang di katakana si Monyet. Monyet sangat marah dan malu, ia sama sekali tidak di pedulikan oleh Kura-kura yang lambat. Akhirnya ia memutuskan untuk ke rumah Kura-kura, ia ingin membuat perhitungan karena membuatnya malu. Setibanya ia di rumah Kura-kura, ternyata di rumahnya tidak ada siapapun. Monyet pun terus mencari. Akhirnya, ia bertemu dengan Rubah yang sedang asik bermain. ’ Hei Rubah, apakah kau melihat kemana perginya Kura-kura?’’ Tanya Monyet. ’ Aku melihatnya di kebun di ujung jalan sana.’’ Jawab Rubah. Monyetpun langsung berlari mencari Kura-kura. Monyetpun tiba di kebun. Ia sangat terkejut melihat kebun yang sangat teratur dan buah-buahan yang segar, ia pun melihat buah Pisang kesukaannya. Tiba-tiba ia mendapatkan siasat untuk menipu si Kura-kura. Monyet langsung menghampiri Kura-kura yang sedang asik menyiram bunga-bunga yang cantik. Monyet menyapa dengan sangat akrab. Namun, Kura-kura masih tidak menghiraukan. Karena ia tahu Monyet adalah hewan yang sangat licik. Namun, kedatangan Monyet kesini membuat Kura-kura senang, karena ia akan meminta tolong untuk mengambilkan buah-buahan yang segar itu. Monyet pun langsung menerima tawaran untuk mengambil buah. Ia langsung memetiknya dan makan bersama. Monyet meminta maap karena kemarin ia sudah mengejeknya. ’ Kura-kura, maapkan aku kemarin sudah menertawakanmu dan mengejek kedatanganmu.’’ Ujarnya menyesal. ’ Ia tidak apa-apa, aku memang hewan yang sangat lambat.’’ Jawabnya. ’ Kau memang hewan yang sangat lambat. Namun, kau hewan yang baik hati. Aku senang karena kamu sudah mau memaapkan ku, bagaimana jika besok kita pergi piknik? Aku ingin bersahabat denganmu.?’’ Ajaknya. ’ Piknik? Bagaimana ya.’’ Jawabnya. ’ Iya piknik, aku hanya ingin bersahabat dengan mu.’’ ’ Baiklah, besok aku ikut piknik dengan mu. Apa saja yang harus aku bawa?’’ Tanya Kura-kura ’ Kamu tidak perlu membawa apa-apa, kamu hanya membawa bekal yang banyak, buah-buahan ini sangat segar.’’ ’ Baiklah Monyet.’’ Jawab Kura-kura. “ Besok kita akan bertemu di tepi sungai, aku aka menunggumu disana.’’ Tibalah hari yang sudah di janjikan Monyet. Kura-kura membawa ransel yang sangat besar, ia membawa bekal yang sangat banyak. Melihat Kura-kura datang, Monyet sangat senang. Ia bukan senang karena kedatangn Kura-kura. Namun, ia senang melihat ransel yang di bawa Kura-kura. Mereka langsung berangkat menuju gunung di sebrang sungai sana. Awalnya mereka berjalan bersama-sama. Namun, Monyet mulai bosan karena ia harus memperlambat jalannya. Ia pun langsung memanjat pohon dan berlari. Kura-kura yang membawa ransel sangat kelelahan. Ia pun ingin istirahat sejenak. Namun, ia tidak takut tertinggal jauh dari Monyet. Ia pun memutuskan untuk terus berjalan. Melihat Kura-kura kelelahan, Monyet sangat senang. Ia mengusulkan untuk membawa ransel Kura-kura. Kura-kura pun sangat senang, tanpa berpikir panjang ia memberikan Ranselnya kepada Monyet. Monyet langsung memajat pohon dan berlari sangat cepat. Kura-kura sangat kelelahan dan mulai kelaparan. Ia terus mencari di mana Monyet. Namun, di tengah perjalanan ia melihat Monyet sedang tertidur. Ia pun melihat ranselnya. Kura-kura sangat senang melihat Monyet, ia berpikir bahwa Monyet sedang menunggunya. Kura-kura langsung menghampiri Monyet. Namun, ia melihat sisa makanannya berserakan di mana-mana, Kura-kura langsung membuka ranselnya, tapi tidak ada satupun makanan yang tersisa. Padahal Kura-kura sangat kelaparan. Kura-kura membangunkan Monyet yang sedang tertidur. Monyet pun bangun dan hanya mengucapkan terimakasih lalu pergi. Kura-kura sangat sedih karena di bohongi oleh Monyet. Kura-kura melanjutkan perjalanan . di tengah perjalan ia bertemu dengan pemburu, dan pemburu langsung membawa Kura-kura pergi ke sebuah rumah. Kura-kura di ikat di halaman. Kura-kura sangat sedih, karena pemburu akan menjualnya ke kota. Kura-kura sangat kelaparan, tiba-tiba, Pemburu membawakan buah-buahan yang sangat banyak dan lezat. Kura-kura langsung makan dengan lahap. Tiba-tiba, Monyet datang menghampiri, perutnya mulai terasa lapar. Ia melihat Kura-kura yang sangat lahap memakan buah-buahan. Tanpa pikir panjang Monyet langsung meminta satu buah pisang. Namun, Kura-kura tidak mempedulikannya. ’ Monyet, maapkan aku, tadi aku sangat kelaparan.’’ Ujar Monyet ’ Baiklah tidak apa-apa. Lagi pula aku sudah mendapatkan gantinya. Aku bisa memakan buah ini sampai kenyang.’’ Jawabnya. ’ Boleh kan aku meminta satu pisang? Tapi kenapa kamu di ikat dengan rantai?’’ ’ Iya boleh. Aku di ikat karena Saudagar kaya akan memberikan buah-buahan yang sangat banyak. Aku sangat senang di sini.’’ Jawabnya. ’ Apa? Kamu akan di berikan buah-buahan setiap hari?’’ ’ Benar Monyet. Saudagar kaya itu sangat menyukaiku, ia takut aku melarikan diri.’’ ’ Oh begitu rupanya. Tapi jika kau di sini, siapa yang akan mengurus perkebunanmu? Siapa yang akan merawat buah-buahan mu yang sangat lezat itu.’’ Tanya Monyet. Ia mencari akal untuk menyakinkan Kura-kura bertukar posisi. ’ Aku pun berpikir demikian Monyet.’’ Jawabnya bingung. ’ Bagaimana jika aku yang menggantikanmu di sini?’’ ’ Benarkah kau akan menggantikanku?’’ ’ Iya, kamu lebih cocok mengurus kebun.’’ ’ Kau benar Monyet, baiklah tolong lepaskan ikatannya dari kakiku. Dan langsung ikatkan pada kakimu.’’ ’ Baiklah.’’ Monyet sangat gembira. Monyet langsung memakan buah-buahan yang ada di dekatnya. Ia merasa sangat senang karena akan mendapatkan makanan setiap hari tanpa mencari kesana kemari. Tiba-tiba, Pemburu itu datang dan langsung membawa Monyet masuk kurungan besi. Ia sangat kebingungan, ia berusaha melepaskan diri. Namun, usahanya sia-sia. Ia hanya bisa menangis dan menyesal sudah menipu Kura-kura. Pesan moral dari cerita Dongeng Fabel Cerita Kura-Kura dan Monyet adalah gunakan akal pikiran serta kelebihan yang kita miliki untuk membantu orang lain, bukan untuk menipu dan memanfaatkan orang lain. Baca kisah kura kura dan monyet lainnya pada cerita fabel berikut ini Cerita Rakyat Fabel Kera Licik dan Seekor Kura – kura dan Kisah Cerita Anak Kura–kura dan Monyet Pembohong. Ilustrasi Cerita Fabel Pendek. Foto FreepikCerita fabel pendek menjadi salah satu topik yang enggak habis-habis untuk kita bahas, Ma. Cerita tentang hewan yang bertingkah laku seperti manusia itu juga menjadi cerita yang menarik untuk anak-anak kita. Karena ketertarikan tersebut, Mama-Mama, mau enggak mau, dituntut juga untuk punya stock cerita fabel dalam jumlah banyak agar anak enggak mudah ini, Mama kembali hadir membagikan cerita fabel pendek yang bisa kamu ceritakan kembali pada si kecil. Ada yang penasaran kali ini ceritanya tentang apa? Cerita kali ini Mama khususkan untuk topik persahabatan, makin penasaran, yuk kita simak langsung cerita fabel pendek yang berjudul “Persahabatan Monyet dan Harimau” berikut ini!Cerita Fabel Pendek untuk Anak “Persahabatan Monyet dan Harimau”Alkisah, pada dahulu kala di sebuah hutan yang lebat dan sangat indah, hiduplah seekor monyet yang sering bergelantungan dari satu pohon ke pohon lainnya di sekitar hutan. Di hutan yang sama pula, hidup sepasang suami istri harimau di dalam rumah kayu yang tidak jauh dari sisi pinggir Hutan dalam Cerita Fabel Pendek. Foto FreepikMonyet yang kerap berkeliling hutan secara tidak sengaja menemukan harimau jantan yang tampak kebingungan menatap buah apel dari bawah pohon. Harimau itu tampak beberapa kali mencoba untuk memanjat, namun selalu saja merasa iba, monyetpun memetik beberapa apel di pohon yang keberadaannya tidak jauh dari pohon yang sedang diamati oleh harimau. Selanjutnya, setelah kedua tangannya penuh dengan buah-buah apel merah yang sangat tampak segar, monyet bergegas menghampiri buaya yang masih kebingungan ingin memetik buah sangat bahagia ketika monyet memberikan secara tulus apel-apel yang sangat manis itu kepadanya. Semenjak hari itu, mereka hutan yang lain merasa aneh melihat persahabatan yang terjalin di antara monyet dan buaya. Beberapa rusa, kancil, dan belalang, selalu memperingatkan monyet untuk berhati-hati dengan suatu hari, harimau betina mulai bosan dengan buah-buahan. Diapun memanggil suaminya, harimau jantan.“Wahai suamiku, aku mulai bosan dengan buah-buahan. Aku ingin jantung monyet. Jantungnya pasti akan terasa manis, semanis buah-buahan yang sering ia santap.”Harimau terkejut setelah mendengar permintaan istrinya. Namun, karena dia sangat menyayangi istrinya, harimau dengan berat hati bersedia untuk mengabulkan permintaan waktu yang cukup lama, harimau hanya berjalan mengitari halaman rumahnya. Ia mencari cara untuk memberikan jantung monyet kepada sang istri. Monyet yang sengaja ingin memberikan buah mangga hasil petikannya, menemukan harimau yang tampak gelisah.“Ada apa, Harimau? Kenapa kau tampak gelisah.” Pertanyaan dari monyet membuat harimau tidak ingin mengulur waktu. Ia membawa monyet masuk ke rumahnya dengan alasan diundang makan siang oleh Harimau dalam Cerita Fabel Pendek. Foto FreepikIstri harimau segera mengikuti kebohongan itu. Setelah merasa kenyang, monyet memilih untuk duduk dan beristirahat lebih lama di rumah harimau. Harimau segera mengunci pintu dan siap menerkam monyet. Tapi sebelum itu, dia sengaja memberitahukan monyet, apa yang sedang ada di dalam pikirannya.“Istriku menginginkan jantungmu.”Monyet sangat terkejut, namun ia berusaha menutupinya.“Ah kalau itu, aku tidak membawa jantungku. Aku meninggalkannya di pohon. Kalau kau tidak percaya, kau bisa mengikuti untuk mengambilnya.”Harimau sangat mudah memercayai ucapan monyet. Merekapun keluar dari rumah. Setelah membawa harimau menuju pohon mangga, monyet dengan cepat memanjat dan melarikan diri saat harimau tidak bisa saat itu, keduanya tidak pernah bertemu Mama-Mama? Ceritanya sangat menarik, kan? Dari cerita fabel pendek “Monyet dan Harimau” di atas, terdapat pesan moral yang terkandung di dalamnya yang juga bisa kamu sampaikan pada anak. Cerita ini bisa juga jadi alternatif dongeng anak untuk Mama-Mama coba. Dari sana, kita dapat belajar bahwa tidak seharusnya kita mengkianati persahabatan hanya untuk memuaskan keinginan kita. Sikap harimau dan istrinya jangan sampai ditiru oleh anak-anak dia Ma, cerita fabel pendek yang bisa Mama bagikan di sini. Semoga bermanfaat untuk Mama dan anak, ya.

cerita fabel monyet dan kura kura