Jangansampai terbenam semua wadah ikan betina terlalu sedikit yang malah bisa membuat wadah tersebut terbalik dan cupang betina malah menjadi mangsa bagi cupang jantan. Sesudah indukan jantan membuat gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan ikan cupang umumnya terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Setelahcalon indukan jantan membuat gelembung, masukkan calon indukan betina Pada wadah yang sama. Waktu pemijahan ikan cupang biasanya sekitar pukul 7 pagi hingga 10 pagi atau pukul 4 sore hingga 6 sore. Usahakan tempatkan wadah jauh dari hilir mudik orang karena pada saat kawin ikan cupang sangat sensitif. Setelah pembuahan ambil indukan Penetasantelur bertujuan untuk mendapatkan larva. Untuk itu, telur hasil pemijahan diambil dari bak pemijahan kemudian diinkubasi dalam media penetasan pada wadah khusus (wadah penetasan) yang berbentuk bak, tangki, akuarium, kolam atau ember besar. Telur ikan cupang yang berhasil difertilisasi biasanya akan menetas dalam waktu 36 – 48 jam. AngkatIndukan Betina dari Tempat Pemijahan. Ambil Ikan Cupang Jantan. Banyak pertanyaan yang sering muncul seperti kenapa banyak burayak cupang mati di minggu pertama kenapa indukan jantan memakan telurnya bagaimana cara memberi pakan burayak yang benar dsb. Pemilihan indukan cupang betina yang baik akan mampu mendongkrak hasil anakan CaraPemijahan Pada Budidaya Ikan Nila. Pemijahan ikan nila terbilang unik. Induk jantan akan membuat lubang di dasar kolam dengan diameter 3-5 cm yang berguna untuk induk betina memijahkan lubang dan kemudian dibuahi oleh induk jantan. Setelah itu, telur-telurnya akan dierami di dalam mulut ikan selama 3-5 hari. Ikan nila biasanya menggunakan OxarQI. Maret 7, 2022 Budidaya Ikan Hias Bagaimana cara pemijahan induk ikan cupang yang baik dan benar Pemijahan induk adalah proses pembuahan telur oleh sperma. Induk yang telah matang gonad berarti telah siap pemijahan. Proses pemijahan dapat berlangsung secara alami dan bantuan. Dalam pemijahan alami, telur dibuahi oleh sperma di dalam air setelah dikeluarkan oleh induk betina, yang didahului dengan aktivitas percumbuan oleh kedua induk tersebut. Pada pemijahan buatan, pembuahan telur oleh sperma dilakukan dengan bantuan manusia. Telur dipaksa keluar dari tubuh induk betina setelah melalui proses perangsangan dengan cara mengatur lingkungan dan pemberian hormon. Langkah-langkah proses pemijahan ikan cupang dilakukan dengan cara 1 Masukan jantan ke wadah perkembangbiakan 2 Betina jangan dimasukan langsung, biarkan betina dan jantan saling mengenal dan melihat terlebih dahulu agar ikan jantan menyiapkan busa yang cukup untuk menampung telur-telurnya. 3 Berikan penutup pada bagian atas wadah pemijahan, hal ini untuk mencegah busa terkena getaran dan angin yang menyebabkan tempat peletakan telur Cupang menjadi tidak ada. 4 Sampai pada tahap ini, tunggu 1-2 hari sampai sudah terlihat kumpulan busa yg cukup untuk menampung telur tergantung pejantannya. 5 Pada keesokan harinya perhatikan busa yang dihasilkan oleh pejantan, apabila busa sudah banyak, berarti sudah siap untuk berkembangbiak. 6 Kemudian betina diangkat dan digabungkan dengan pejantan hati-hati pada waktu mengangkat toples dari wadah, pelan-pelan supaya busa tidak terlalu banyak yg pecah 7 Biarkan sekitar 1 jam – 12 jam pejantan dan betinanya saling mengenal, tergantung kecocokan dari pasangannya. h Setelah digabungkan proses pemijahan antara jantan dan betina berlangsung. Pejantan melilit tubuh betina, dan masing-masing akan saling melengkungkan tubuhnya. Ketika selesai betina akan mengeluarkan telur, pejantan akan langsung mengambil telur tersebut dengan cara meletakkan di dalam mulutnya, dan dibawa naik lalu telur-telur tersebut dimuntahkan ke busa-busa diatas. 8 Perhatikan telur yang dihasilkan, biasanya berada di bawah busa dan berwarna putih. 9 Pejantan akan menjaga telurnya, dan akan mengangkut telur yang jatuh ke dasar akuarium. 10 Apabila cupang sudah tidak melakukan proses perkawinan lagi dan sang cupang jantan sudah cenderung mengejar betina untuk berkelahi, segera pindahkan betina ke wadah lain. 11 Siapkan wadah untuk mengembalikan betina dan isi dengan daun ketapang atau cairan kuning untuk penyembuh luka biasanya menggunakan melaix. Baca Juga Ciri-Ciri Ikan Cupang Jantan dan Betina yang Siap Dipijahkan Cara pemijahan ikan cupang wajib Anda kuasai apabila ingin serius menekuni usaha budidaya ikan hias cupang. Selain itu, pelajari juga proses pembenihan ikan cupang mulai dari persiapan sarana prasaranan, pemilihan indukan hingga penetasan telur dan pemeliharaan larva benih ikan cupang. Ikan Cupang pada akhir-akhir ini menjadi primadona lagi. Dipasaran ikan ini laku keras untuk hiasan dan hobi. Bahkan harga satu ikan cupang jenis tertentu bisa mencapai Rp. Sangat besar bukan ? Ini bisa menjadi peluang bisnis baru ditengah-tengah pandemi ini. Nah kali ini Hewanpedia akan berbagi mengenai bagaimana cara cara budidaya ikan cupang dengan lengkap. Cara Pemijahan Ikan Cupang Untuk proses pemijahan cupang bisa mengikuti langkah langkah dibawah ini Siapkan pasangan yang akan dikawinkan dan siapkan 1 pasang lagi sebagai pasangan cadangan apabila tidak berjodoh. Beri makan pasangan tersebut 2 kali sehari dengan pakan hidup atau beku seperti jentik nyamuk/cuk, kutu air, atau blood worm. Hindari pemberian cacing rambut pada ikan betina khususnya yang akan dipijahkan, karena berdasarkan pengalaman seringkali menyebabkan ikan betina sulit bertelur. Tempatkan jantan dan betina dalam wadah yang berdampingan atau masukkan betina kedalam botol kemudian masukkan ketempat jantan bersama botol tersebut agar mereka dapat saling melihat. Biarkan mereka diisolasi selama lebih kurang 3 hari. Persiapkan Wadah Pemijahan Ikan Cupang Teman-teman dapat menggunakan wadah berupa aquarium, gentong atau ember/baskom plastik sebagai tempat pemijahan. Jangan gunakan tempat yang terlalu lebar. Isi dengan air yang telah diendapkan dengan kedalaman antara 10 s/d 15 Cm. 4 s/d 5 inches. Ini dimaksudkan agar suhu air didasar tidak terlalu dingin, memudahkan si jantan merawat telur dan burayak yang jatuh dari busa. Suhu yang dibutuhkan antara 21 hingga 31 derajad Celcius, untuk pemijahan idealnya adalah 25 derajad Celcius. Siapkan media pijah substrat bisa berupa tanaman air seperti Java Moss, daun ketapang kering, potongan styrofoam atau serabut rafia atau lembaran plastik bening tempat si jantan membuat busa/sarang untuk meletakkan telur. Cara Mengawinkan Ikan Cupang Biasanya sering menggunakan plastik bening dengan pertimbangan karena bisa memonitor telur dengan melihat dari bagian atas, tidak membusuk, tidak tenggelam dan relatif lebih bersih. Ukuran plastik cukup 10×15 cm. atau 10×10 cm. saja. Penjodohan Dan Pemijahan. Pada indukan jantan yang matang warna siripnya terlihat lebih cerah dan pada induk betina perutnya terlihat membuncit dan secara transparan kita dapat melihat telur pada saluran pengeluarannya. Masukkan jantan terlebih dahulu ke wadah pemijahan yang telah disiapkan dan biarkan selama 1 hari agar si jantan merasa nyaman ditempat baru tersebut. Masukkan betina dalam botol secara perlahan kedalam wadah pemijahan. Ini dimaksudkan agar si betina tidak mengganggu jantannya membangun sarang dan agar mereka saling memandang dan melihat apakah mereka “berjodoh” satu dengan yang lainnya. Dalam tempo antara 2 hingga 8 jam si jantan akan membangun busa pada substrat yang akan digunakan sebagai tempat bercumbu dan bulan madunya. Sarang dibuat oleh sijantan dengan cara mengambil gelembung udara dari permukaan dan melepaskannya dibawah permukaan daun atau tanaman air yang mengapung dipermukaan air. Apabila betina tertarik dengan sijantan dan siap untuk dikawinkan dapat dilihat pada tanda berbentuk vertical melintang ditubuhnya dengan warna gelap. Tapi jangan terburu-buru untuk mencampur keduanya, biarkan pada tempatnya masing-masing selama 1 hingga 2 hari. Lepaskan betina pada sore keesokan harinya. Si jantan akan segera mendekati dan merayu si betina sambil mengembangkan sirip-siripnya seperti layaknya hendak bertarung. Ini merupakan hal yang lumrah dan merupakan naluri mereka untuk menunjukkan bahwa mereka sangat kuat dan akan menghasilkan anak-anak yang juga kuat agar dapat survive di alam bebas. Pada saat pemijahan tubuh si jantan akan melilit dan menyelubungi tubuh induk betina membentuk huruf “U” dengan ventral saling berdekatan sampai betina mengeluarkan telur yang segera dibuahi oleh sperma si jantan. Telur-telur tersebut akan berjatuhan kedasar dan segera diambil si jantan dengan mulutnya untuk diletakkan disarang busa. Proses pemijahan ini bisa berlangsung selama berjam-jam dan dengan proses yang berulang-ulang, dan merupakan ritual yang sangat menarik untuk dilihat. Aktifitas pemijahan berakhir dengan tanda-tanda si jantan mengusir betina agar menjauh dari sarang busa. Setelah aktifitas pemijahan selesai segera angkat induk betina dan letakkan di aquarium pengobatan dengan diberikan metylene blue/pomate untuk pengobatan luka-luka akibat pemijahan, dan dapat dikawinkan lagi setelah 3-4 minggu. Selanjutnya tugas menjaga telur dan merawat bayi diambil alih oleh si jantan. Apabila selama 3 hari si jantan tidak membuat sarang busa atau si betina tidak mau bertelur segera angkat dan gantikan dengan pasangan cadangan. Ulangi proses diatas dengan pasangan pengganti/cadangan. Telur-telur yang fertile akan menetas setelah 24 jam pada suhu berkisar 25 derajat Celcius. Dan 2 hari kemudian akan terlihat burayak seukuran jarum dengan warna kehitaman. Bila burayak telah dapat berenang bebas indukan jantan dapat segera diangkat dan tempatkan pada aquarium pengobatan/karantina. Setelah 7 hari indukan jantan telah siap untuk dikawinkan lagi. Perlu dicatat bahwa Bettas tidak akan pernah mau kawin dengan pasangan yang bukan pilihannya, jadi teman-teman tidak bisa memaksa mereka untuk kawin seperti “Siti Nurbaya”. Cara Membesarkan Anakan Cupang Burayak sampai umur 2-3 hari tidak perlu diberi makan karena adanya cadangan kuning telur egg yolk dalam tubuhnya. Pembesaran burayak tidak sesulit seperti yang kita bayangkan asal kita mengetahui tahap-tahapnya, dan itu merupakan tantangan tersendiri bagi para breeder. Dengan meletakkan tanaman air pada wadah pemijahan berguna dalam menyumbangkan sedikit infusoria secara alami buat burayak. Setelah burayak dapat berenang bebas secara otomatis dan naluri alamiahnya akan berburu untuk makan, dan secara naluri pula mereka dengan atraktif akan menyerang sesuatu yang bergerak. Pada saat burayak berumur 3-4 hari dapat diberikan vinegar eels, gerakannya disukai serta menarik minat burayak dan bentuknya yang sangat kecil cukup pas untuk burayak memakannya. Teman-teman dapat juga memberi makan burayak dengan infusoria, rotifera atau micro worms. Setelah burayak berumur 1 minggu dapat diberikan pakan kutu air saring atau BBS Baby Brine Shrimp/Artemia yang telah dikultur. Pemberian kutu air dan Artemia bisa dilanjutkan hingga burayak berumur 3 minggu, dan dapat juga dicampur/divariasi dengan cacing tubifex sp., chironomus sp., ataupun vinegar eels karena pertumbuhan burayak sering kali tidak sama. Pada umur 5 minggu burayak siap untuk dilakukan pendederan atau dipindahkan ketempat yang lebih besar ataupun kolam. Pada saat ini porsi pemberian pakan lebih banyak dan dilakukan penggantian air secara kontinyu. Pada usia 4 hingga 6 minggu burayak mulai terbentuk organ labyrinth nya dan mereka mulai menuju permukaan untuk bernafas mengambil oxygen langsung dari udara. Setelah lewat umur 6 minggu pemberian diet makanan mulai variatif, jentik nyamuk cuk, kutu air dan bloodworm. Lakukan penggantian air sebanyak 30% dengan cara siphon atau membuka drain/valvenya, sekaligus membersihkan kotoran dan sisa pakan yang ada didasar. Kemudian tambahkan air baru yang telah diendapkan secara lembut/perlahan. Sejak usia 4 minggu naluri bertarung sudah mulai tampak dan penggantian atau penambahan air baru/bersih akan merangsang aktivitas hormonal ikan yang mengarah kepada agresivitasnya. Untuk meminimize pertarungan gunakan tempat atau space yang lebih besar atau dapat juga meletakkan tanaman air hidrilla atau dapat juga menggunakan serabut rafia untuk menghindari pertemuan langsung yang berakibat timbulnya pertarungan. Umur 7 hingga 8 minggu mulai dapat disortir jantan atau betina. Umur 10 hingga 12 minggu dapat disortir berdasarkan grade A, B, atau C. pisahkan mereka karena masing-masing memiliki nilai jual yang berbeda. Pilih anakan yang kwalitas baik atau super, dan diletakkan mereka dalam aquarium terpisah soliter. Gunakan aquarium berukuran minimal 15x15x20 Cm. dan lakukan penggantian air 30% – 50% setiap 3 – 7 hari. Kunci utama dalam perawatan adalah kwalitas air yang baik dan pakan yang baik, karena hal ini berakibat langsung terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan. - Salah satu jenis ikan hias yang banyak peminatnya di Indonesia maupun luar negeri adalah ikan cupang. Maka itu, ternak ikan cupang juga diminati sebagai ladang usaha alternatif bagi banyak dari laman Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, tren memelihara ikan cupang semakin menjamur, terlebih di masa pandemi Covid-19. Ia tidak hanya semata-mata sebagai kegiatan di rumah melainkan bisa pula menjadi sarana menghasilkan uang. Budidaya ikan cupang bisa menghasilkan keuntungan karena hewan ini diminati di pasar dalam negeri maupun ekspor. Ikan cupang merupakan jenis ikan hias yang masuk ke dalam ordo Perciformes dan memiliki nama latin Betta sp. Ikan ini memiliki ciri-ciri berwarna tubuh dan bentuk ekor yang menarik. Bentuk ekor ikan cupang beragam seperti setengah bulan, membulat, mahkota, hingga slayer. Dikutip dari buku Prakarya Kelas IX 201882 terbitan Kemdikbud, ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan air tawar endemik di Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya. Habitat asli dari ikan cupang di daerah rawa-rawa kawasan tropis. Ikan cupang punya kemampuan hidup dengan keadaan volume air yang sedikit serta minim kandungan oksigen. Mereka yang berniat memulai budidaya ikan cupang perlu mengenal 2 aspek penting dalam kegiatan peternakan ikan hias ini, yaitu pemijahan dan perawatan. Mengenal Pemijahan Ikan Cupang Pemijahan dapat diartikan sebagai pembudidayaan. Dari segi istilah dalam dunia peternakan ikan, pemijahan ialah proses pengeluaran sel telur oleh induk betina dan sperma oleh induk jantan yang lantas berlanjut ke perkawinan. Tujuan pemijahan agar ikan bisa berkembang biak. Secara umum, pembudidayaan ikan hias biasanya dilakukan dalam media kolam maupun aquarium. Namun, ikan cupang memiliki kelebihan berbeda, yakni dapat dibudidayakan pada tempat yang relatif lebih sempit seperti botol juga Kesepian dan Budidaya Ikan Cupang Jenis Ikan Hias Air Tawar di Indonesia yang Jadi Komoditas Unggulan Dalam praktiknya, pelaku budidaya ikan cupang kerap memilih media botol daripada kolam maupun akuarium. Hal tersebut dilakukan lantaran penggunaan botol bekas lebih menghemat biaya, terutama jika budidaya masih skala reproduksi ikan cupang dimulai saat ikan jantan mengeluarkan sperma di sekitar telur yang dilepaskan ikan betina. Proses pemijahan umumnya berlangsung ketika malam hari dalam suhu derajat Celsius dengan pH air sebesar dan DO ppm. Dalam proses pemijahan tersebut, ikan cupang membutuhkan adanya media tanaman air yang berguna sebagai substrat atau sarang busa, di mana ikan cupang akan meletakkan telurnya. Adapun telur tersebut, akan menetas menjadi lava dengan kurun waktu 3-4 hari. Mengenal Perawatan Ikan Cupang Perawatan bertujuan supaya ikan cupang dapat bertahan hidup. Perawatan ikan cupang harus berfokus kepada tiga aspek penting, yakni suhu air, kadar keasaman pH, dan kandungan nitrit. Dikutip dari modul Prakarya Aspek Budidaya Kelas IX terbitan Kemendikbud 202068, ikan cupang dapat hidup dengan baik di air tawar dengan suhu berkisar 24, derajat celcius dan pH 5,28-5, jenis air tawar yang dapat digunakan seperti air tanah, air sungai, dan air ledeng PAM. Namun, pada air ledeng, perlu dilakukan perlakuan khusus yakni dengan cara melakukan pengendapan selama beberapa hari. Pengendapan perlu dilakukan lantaran air ledeng umumnya mengandung kaporit yang dapat berdampak buruk pada keberlangsungan hidup ikan cupang maupun ikan hias lainnya. Penggunaan air selain dari PAM juga sebaiknya didahului dengan pengendapan selama 12-24 jam agar kandungan oksigen terlarut cukup, serta gas-gas berbahaya hilang. Kemudian, untuk mengatur kadar pH air dapat dilakukan dengan memberikan kapur pertanian atau kapur bordo dengan takaran yang tepat. Dalam merawat ikan cupang, kadar nitrit air juga perlu diperhatikan. Nitrit umumnya terbentuk lantaran ada sisa pakan, kotoran ikan, lumut, pelapukan tanaman dan lainnya dalam air. Karena itu, diperlukan adanya penggantian air yang baru secara berkala supaya ikan cupang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. - Pendidikan Kontributor Syamsul Dwi MaarifPenulis Syamsul Dwi MaarifEditor Addi M Idhom ikan cupang yang dipelihara dengan tujuan untukdibudidayakan tentu tidak lepas dari pemijahan ikan cupang. Pemijahan bertujuan untuk mengembangbiakkan ikan cupang dan sekaligus membantu mencari bibit unggul dari persilangan antara cupang yang satu dengan yang lainnya. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memijahkan ikan cupang dan cara-cara pemijahan ikan cupang. pasangan yang akan dikawinkan usahakan itu merupakan jantan dominan dan induk dominan serta keduanya harus sudah cukup umur dan berada pada kondisi yang sehat makanan secukupnya kepada ikan cupang yang akan dikawinkan tersebut sebelum dilakukan pemijahan 3. Usahakan menggunakan betina yang belum pernah dikawinkan, hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, karena menurut penelitian, hasil telur perkawinan ikan cupang yang pertama merupakan hasil yang paling optimal dibanding dengan hasil produksi telur yang ke 2 Tempatkan jantan dan betina dalam wadah yang sama secara langsung dan tidak perlu tahap pengenalan atau perjodohan, karena saya melakukannya begitu juga dan tidak mengalami masalah apa – apa kecuali salah satu dari cupang tersebut belum siap kawin, maka tidak akan ada telur yang dapat dihasilkan. Catatan ” dalam waktu 1 x 24 jam atau 1 hari akan ada telur dengan syarat kedua cupang sudah siap kawin ” saya menuliskan ini sesuai dengan hasil budidaya saya sendiri dan jika dalam waktu 2 hari blm ada telur maka pisahkan betina dari tmpt jantan, karena ini menunjukan kalau mereka belum siap kawin. Persiapan Wadah Pemijahan 1. Anda dapat menggunakan wadah berupa aquarium, gentong atau ember/baskomplastik sebagai tempat pemijahan. Jangan gunakan tempat yang terlalu lebar. 2. Isi dengan air yang telah diendapkan dengan kedalaman antara 10 s/d 15 Cm Ini dimaksudkan agar suhu air didasar tidak terlalu dingin, memudahkan si jantan merawat telur dan burayak yang jatuh dari busa. Suhu yang dibutuhkan antara 21 hingga 31 derajad Celcius, untuk pemijahan idealnya adalah 25 derajad Celcius. 3. Siapkan media pijah substrat bisa berupa tanaman air seperti Java Moss, daun ketapang kering, potongan styrofoam atau serabut rafia atau lembaran plastik bening tempat si jantan membuat busa/sarang untuk meletakkan telur. Biasanya sering menggunakan plastik bening dengan pertimbangan karena bisa memonitor telur dengan melihat dari bagian atas, tidak membusuk, tidak tenggelam dan relatif lebih bersih. Ukuran plastik cukup 10×15 cm atau 10×10 cm saja. 4. Jangan lupa berikan sedikit garam ke tempat dimana akan dilakukan pemijahan , hal ini dilakukan karena untuk meminimalkan tumbuhnya jamur yang dapat menyerang ikan cupang kita. Pemijahan Pada indukan jantan yang matang warna siripnya terlihat lebih cerah dan pada induk betina perutnya terlihat membuncit dan secara transparan kita dapat melihat telur pada saluran Masukkan jantan dan betina yang akan dikawinkan ke wadah pemijahan yang telah disiapkan dan biarkan selama 1 hari serta jangan lupa tutup tempat pemijahan tersebut. dan usahakan tempat yang dijadikan tempat pemijahan itu Dalam tempo antara 2 hingga 8 jam si jantan akan membangun busa pada substrat yang akan digunakan sebagai tempat bercumbu dan bulan madunya. Sarang dibuat oleh si jantan dengan cara mengambil gelembung udara dari permukaan dan melepaskannya dibawah permukaan daun atau tanaman air yang mengapung dipermukaan air. betina yang siap dikawinkan adalah betina yang sudah cukup umurnya dan memiliki bintik putih dibagian perut dan perut sedikit buncit, serta badan yang akan belang-belang warna putih. Sedangkan pada jantan, dapat dilihat dari sifatnya yang sangat suka membuat gelembung busa diatas permukaan air dan itu merupakan tanda bahwa si jantan siap dikawinkan 3. Jika dalam waktu 2 hari masih tidak ada telur, maka segera pisahkan pasangan tersebut 4. Proses pernikahan akan terjadi selama kurang lebih 2-3 hari 5. Pada saat pemijahan tubuh si jantan akan melilit dan menyelubungi tubuh induk betina membentuk huruf “U” dengan ventral saling berdekatan sampai betina mengeluarkan telur yang segera dibuahi oleh sperma si jantan. Telur-telur tersebut akan berjatuhan ke dasar dan segera diambil si jantan dengan mulutnya untuk diletakkan di sarang busa. Proses pemijahan ini bisa berlangsung selama berjam-jam dan dengan proses yang berulang-ulang, dan merupakan ritual yang sangat menarik untuk dilihat. 6. Aktifitas pemijahan berakhir dengan tanda-tanda si jantan mengusir betina agar menjauh dari sarang busa. Dengan tujuan agar sibetina tidak memakan telurnya sendiri 7. Setelah aktifitas pemijahan selesai, segera angkat induk betina dan letakkan di aquarium pengobatan dengan diberikan metylene blue/pomate untuk pengobatan luka-luka akibat pemijahan, dan dapat dikawinkan lagi setelah 3-4 minggu. Selanjutnya tugas menjaga telur dan merawat bayi diambil alih oleh si jantan. 8. Berikan sedikit makanan kepada sijantan selama proses penjagaannya terhadap anak-anaknya. 9. Telur-telur yang subur akan menetas setelah 24 jam pada suhu berkisar 25 derajat Celcius. Dan 2 hari kemudian akan terlihat burayak seukuran jarum dengan warna kehitaman. 10. Bila burayak telah dapat berenang bebas indukan jantan dapat segera diangkat dan tempatkan pada aquarium pengobatan/karantina. Setelah 7 hari indukan jantan telah siap untuk dikawinkan lagi. Perlu dicatat bahwa cupang tidak akan pernah mau kawin dengan pasangan yang bukan pilihannya. Pembesaran Anakan Ikan Cupang Burayak sampai umur 2-3 hari tidak perlu diberi makan karena adanya cadangan kuning telur egg yolk dalam tubuhnya. Pembesaran burayak tidak sesulit seperti yang kita bayangkan asal kita mengetahui tahap-tahapnya, dan itu merupakan tantangan tersendiri bagi para breeder pengembangbiak. Dengan meletakkan tanaman air pada wadah pemijahan berguna dalam menyumbangkan sedikit infusoria secara alami buat burayak. Setelah burayak dapat berenang bebas secara otomatis dan naluri alamiahnya akan berburu untuk makan, dan secara naluri pula mereka dengan atraktif akan menyerang sesuatu yang bergerak. Pada saat burayak berumur 3-4 hari dapat diberikan vinegar eels belut cuka, gerakannya disukai serta menarik minat burayak dan bentuknya yang sangat kecil cukup pas untuk burayak memakannya. Anda dapat juga memberi makan burayak dengan infusoria, rotifera atau micro worms cacing sutra. Setelah burayak berumur 1 minggu dapat diberikan pakan kutu air saring atau BBS Baby Brine Shrimp/Artemia yang telah dikultur. Pemberian kutu air dan Artemia bisa dilanjutkan hingga burayak berumur 3 minggu, dan dapat juga dicampur/divariasi dengan cacing tubifex sp., chironomus sp., ataupun vinegar eels karena pertumbuhan burayak sering kali tidak sama. Pada umur 5 minggu burayak siap untuk dilakukan pendederan atau dipindahkan ketempat yang lebih besar ataupun kolam. Pada saat ini porsi pemberian pakan lebih banyak dan dilakukan penggantian air secara kontinyu. Pada usia 4 hingga 6 minggu burayak mulai terbentuk organ labirinnya dan mereka mulai menuju permukaan untuk bernafas mengambil oksigen langsung dari udara. Setelah lewat umur 6 minggu pemberian diet makanan mulai variatif, jentik nyamuk cuk, kutu air dan bloodworm. Lakukan penggantian air sebanyak 30% dengan cara siphon atau membuka drain/valvenya, sekaligus membersihkan kotoran dan sisa pakan yang ada didasar. Kemudian tambahkan air baru yang telah diendapkan secara lembut/perlahan. Sejak usia 4 minggu naluri bertarung sudah mulai tampak dan penggantian atau penambahan air baru/bersih akan merangsang aktivitas hormonal ikan yang mengarah kepada agresivitasnya. Untuk meminimalisir pertarungan, gunakan tempat atau space yang lebih besar atau dapat juga meletakkan tanaman air hidrilla atau dapat juga menggunakan serabut rafia untuk menghindari pertemuan langsung yang berakibat timbulnya pertarungan. Umur 7 hingga 8 minggu mulai dapat disortir jantan atau betina. Umur 10 hingga 12 minggu dapat disortir berdasarkan grade A, B, atau C. pisahkan mereka karena masing-masing memiliki nilai jual yang berbeda. Pilih anakan yang kwalitas baik atau super, dan diletakkan mereka dalam aquarium terpisah soliter. Gunakan aquarium berukuran minimal 15x15x20 Cm. dan lakukan penggantian air 30% – 50% setiap 3 – 7 hari. Kunci utama dalam perawatan adalah kwalitas air yang baik dan pakan yang baik, karena hal ini berakibat langsung terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan. di atas merupakan tulisan saya sendiri serta gabungan dari kutipan berbagai sumber tentang cara pemijahan ikan cupang sekaligus cara pembesaran anakan cupang agar tumbuh dengan sehat dan selamat hingga dewasa. Untuk proses pemijahan cupang bisa mengikuti langkah langkah dibawah ini 1. Siapkan pasangan yang akan dikawinkan dan siapkan 1 pasang lagi sebagai pasangan cadangan apabila tidak berjodoh. 2. Beri makan pasangan tersebut 2 kali sehari dengan pakan hidup atau beku seperti jentik nyamuk/cuk, kutu air, atau blood worm. Hindari pemberian cacing rambut pada ikan betina khususnya yang akan dipijahkan, karena berdasarkan pengalaman seringkali menyebabkan ikan betina sulit bertelur. 3. Tempatkan jantan dan betina dalam wadah yang berdampingan atau masukkan betina kedalam botol kemudian masukkan ketempat jantan bersama botol tersebut agar mereka dapat saling melihat. Biarkan mereka diisolasi selama lebih kurang 3 hari. Persiapkan Wadah Pemijahan 1. Anda dapat menggunakan wadah berupa aquarium, gentong atau ember/baskom plastik sebagai tempat pemijahan. Jangan gunakan tempat yang terlalu lebar. 2. Isi dengan air yang telah diendapkan dengan kedalaman antara 10 s/d 15 Cm. 4 s/d 5 inches. Ini dimaksudkan agar suhu air didasar tidak terlalu dingin, memudahkan si jantan merawat telur dan burayak yang jatuh dari busa. Suhu yang dibutuhkan antara 21 hingga 31 derajad Celcius, untuk pemijahan idealnya adalah 25 derajad Celcius. 3. Siapkan media pijah substrat bisa berupa tanaman air seperti Java Moss, daun ketapang kering, potongan styrofoam atau serabut rafia atau lembaran plastik bening tempat si jantan membuat busa/sarang untuk meletakkan telur. Biasanya sering menggunakan plastik bening dengan pertimbangan karena bisa memonitor telur dengan melihat dari bagian atas, tidak membusuk, tidak tenggelam dan relatif lebih bersih. Ukuran plastik cukup 10x15 cm. atau 10x10 cm. saja. Penjodohan Dan Pemijahan. Pada indukan jantan yang matang warna siripnya terlihat lebih cerah dan pada induk betina perutnya terlihat membuncit dan secara transparan kita dapat melihat telur pada saluran pengeluarannya. 1. Masukkan jantan terlebih dahulu ke wadah pemijahan yang telah disiapkan dan biarkan selama 1 hari agar si jantan merasa nyaman ditempat baru tersebut. 2. Masukkan betina dalam botol secara perlahan kedalam wadah pemijahan. Ini dimaksudkan agar si betina tidak mengganggu jantannya membangun sarang dan agar mereka saling memandang dan melihat apakah mereka "berjodoh" satu dengan yang lainnya. 3. Dalam tempo antara 2 hingga 8 jam si jantan akan membangun busa pada substrat yang akan digunakan sebagai tempat bercumbu dan bulan madunya. Sarang dibuat oleh sijantan dengan cara mengambil gelembung udara dari permukaan dan melepaskannya dibawah permukaan daun atau tanaman air yang mengapung dipermukaan air. Apabila betina tertarik dengan sijantan dan siap untuk dikawinkan dapat dilihat pada tanda berbentuk vertical melintang ditubuhnya dengan warna gelap. Tapi jangan terburu-buru untuk mencampur keduanya, biarkan pada tempatnya masing-masing selama 1 hingga 2 hari. 4. Lepaskan betina pada sore keesokan harinya. 5. Si jantan akan segera mendekati dan merayu si betina sambil mengembangkan sirip-siripnya seperti layaknya hendak bertarung. Ini merupakan hal yang lumrah dan merupakan naluri mereka untuk menunjukkan bahwa mereka sangat kuat dan akan menghasilkan anak-anak yang juga kuat agar dapat survive di alam bebas. 6. Pada saat pemijahan tubuh si jantan akan melilit dan menyelubungi tubuh induk betina membentuk huruf "U" dengan ventral saling berdekatan sampai betina mengeluarkan telur yang segera dibuahi oleh sperma si jantan. Telur-telur tersebut akan berjatuhan kedasar dan segera diambil si jantan dengan mulutnya untuk diletakkan disarang busa. Proses pemijahan ini bisa berlangsung selama berjam-jam dan dengan proses yang berulang-ulang, dan merupakan ritual yang sangat menarik untuk dilihat. 7. Aktifitas pemijahan berakhir dengan tanda-tanda si jantan mengusir betina agar menjauh dari sarang busa. 8. Setelah aktifitas pemijahan selesai segera angkat induk betina dan letakkan di aquarium pengobatan dengan diberikan metylene blue/pomate untuk pengobatan luka-luka akibat pemijahan, dan dapat dikawinkan lagi setelah 3-4 minggu. Selanjutnya tugas menjaga telur dan merawat bayi diambil alih oleh si jantan. 9. Apabila selama 3 hari si jantan tidak membuat sarang busa atau si betina tidak mau bertelur segera angkat dan gantikan dengan pasangan cadangan. 10. Ulangi proses diatas dengan pasangan pengganti/cadangan. 11. Telur-telur yang fertile akan menetas setelah 24 jam pada suhu berkisar 25 derajat Celcius. Dan 2 hari kemudian akan terlihat burayak seukuran jarum dengan warna kehitaman. 12. Bila burayak telah dapat berenang bebas indukan jantan dapat segera diangkat dan tempatkan pada aquarium pengobatan/karantina. Setelah 7 hari indukan jantan telah siap untuk dikawinkan lagi. Perlu dicatat bahwa Bettas tidak akan pernah mau kawin dengan pasangan yang bukan pilihannya, jadi anda tidak bisa memaksa mereka untuk kawin seperti "Siti Nurbaya". PEMBESARAN Burayak sampai umur 2-3 hari tidak perlu diberi makan karena adanya cadangan kuning telur egg yolk dalam tubuhnya. Pembesaran burayak tidak sesulit seperti yang kita bayangkan asal kita mengetahui tahap-tahapnya, dan itu merupakan tantangan tersendiri bagi para breeder. 1. Dengan meletakkan tanaman air pada wadah pemijahan berguna dalam menyumbangkan sedikit infusoria secara alami buat burayak. 2. Setelah burayak dapat berenang bebas secara otomatis dan naluri alamiahnya akan berburu untuk makan, dan secara naluri pula mereka dengan atraktif akan menyerang sesuatu yang bergerak. 3. Pada saat burayak berumur 3-4 hari dapat diberikan vinegar eels, gerakannya disukai serta menarik minat burayak dan bentuknya yang sangat kecil cukup pas untuk burayak memakannya. Anda dapat juga memberi makan burayak dengan infusoria, rotifera atau micro worms. 4. Setelah burayak berumur 1 minggu dapat diberikan pakan kutu air saring atau BBS Baby Brine Shrimp/Artemia yang telah dikultur. 5. Pemberian kutu air dan Artemia bisa dilanjutkan hingga burayak berumur 3 minggu, dan dapat juga dicampur/divariasi dengan cacing tubifex sp., chironomus sp., ataupun vinegar eels karena pertumbuhan burayak sering kali tidak sama. 6. Pada umur 5 minggu burayak siap untuk dilakukan pendederan atau dipindahkan ketempat yang lebih besar ataupun kolam. Pada saat ini porsi pemberian pakan lebih banyak dan dilakukan penggantian air secara kontinyu. 7. Pada usia 4 hingga 6 minggu burayak mulai terbentuk organ labyrinth nya dan mereka mulai menuju permukaan untuk bernafas mengambil oxygen langsung dari udara. 8. Setelah lewat umur 6 minggu pemberian diet makanan mulai variatif, jentik nyamuk cuk, kutu air dan bloodworm. 9. Lakukan penggantian air sebanyak 30% dengan cara siphon atau membuka drain/valvenya, sekaligus membersihkan kotoran dan sisa pakan yang ada didasar. Kemudian tambahkan air baru yang telah diendapkan secara lembut/perlahan. Sejak usia 4 minggu naluri bertarung sudah mulai tampak dan penggantian atau penambahan air baru/bersih akan merangsang aktivitas hormonal ikan yang mengarah kepada agresivitasnya. Untuk meminimize pertarungan gunakan tempat atau space yang lebih besar atau dapat juga meletakkan tanaman air hidrilla atau dapat juga menggunakan serabut rafia untuk menghindari pertemuan langsung yang berakibat timbulnya pertarungan. 10. Umur 7 hingga 8 minggu mulai dapat disortir jantan atau betina. 11. Umur 10 hingga 12 minggu dapat disortir berdasarkan grade A, B, atau C. pisahkan mereka karena masing-masing memiliki nilai jual yang berbeda. 12. Pilih anakan yang kwalitas baik atau super, dan diletakkan mereka dalam aquarium terpisah soliter. Gunakan aquarium berukuran minimal 15x15x20 Cm. dan lakukan penggantian air 30% - 50% setiap 3 – 7 hari. Kunci utama dalam perawatan adalah kwalitas air yang baik dan pakan yang baik, karena hal ini berakibat langsung terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan.

indukan cupang jantan diambil dari tempat pemijahan pada saat