Dalammakalah ini diuraikan tentang Pengaruh Globalisasi terhadap nilai moral suatu bangsa, mencakup tentang Pengaruh Positif, dan cara Menanggulangi pengaruh Negatif Globalisasi. Penyusun menyadari, penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, serta masih banyak kekurangan. Penyusun mohon kritik dan saran dari rekan-rekan semua kearah
Namuntidak boleh lengah dan terlena, karena era keterbukaan dan kebebasan itu juga menimbulkan pengaruh negatif yang akan merusak budaya bangsa. Menolak globalisasi bukanlah pilihan tepat, karena itu berarti menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bukankah kita tidak mau ketinggalan dalam IPTEK dengan negara lain.
Namunjika hal itu akan dapat membantu perekonomian bangsa ini, berarti dengan hal kecil seperti melestarikan kebudayaan, kitatelah bisa merubah nasib bangsa ini. Globalisasi memang suatu hal yang tidak bisa kita tolak adanya. Namun jika kita bisa memanfaatkannya dengan baik, maka hal itu akan sangat banyak berdampak positif bagi negeri kita.
Jikaprasyarat itu terpenuhi maka terjadilah masyarakat itu akan terpengaruhi oleh teknologi.seharusnya ideologi suatu bangsa merupakan suatu yang kekal dan tidak selalu berubah-ubah. Jika mudah terpengaruh berarti, ideology itu belum tertanam dalam keadaan masyarakat terguncang karena tidak adanya nilai-nilai yang dapat di pergunakan sebagai
yV4ij. MAKALAH DAMPAK GLOBALISASI TERHADP BANGSA DAN DAMPAK GLOBALISASI TERHADP BANGSA DAN
Dampak Negatif Globalisasi. Selain dari sebuah peluang, globalisasi juga ternyata bisa mejadi ancaman. Contohnya, perkembangan teknologi informasi melalui peralatan canggih telah menjadikan informasi antarbangsa dapat di akses tanpa pengawasan negara. Hal ini tentunya menjadikan suatu bangsa tidak menolak nilai-nilai budaya yang masuk ke negaranya. Nilai budaya yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa bisa mengubah [ola pikir dan tingkah laku masyarakat yang tentunya dapat mengakibatkan bahaya tersendiri bagi suatu negara. Bahaya yang terjadipun bisa terjadi tanpa peperangan sebab cukup dengan menyebarkan informasi tentang tentang nilai-nilai negatif melalui jaringan komunikasi maka suatu bangsa akan dapat hancur. Selain daripada hal tersebut diatas, juga terjadi pergeseran dalam hal cara pemilihan barang. Produsen luar negeri lebih banyak menawarkan produknya dengan harga yang lebih murah sehingga otomatis melemahkan kemampuan daya saing produk lokal. Dan hal tersebut senada dengan mentalitas masyarakat Indonesia yang konsumtif dan memiliki sifat bangga jika menggunakan atau mengkonsumsi produk dengan label luar negeri. Akibatnya, perusahaan nasional dan pengusaha lokal dapat mengalami kebangkrutan. Dampak Negatif Globalisasi Berikut ini adalah beberapa dampak negatif lain dari globalisasi yang diantaranya adalah sebagai berikut c. Kesenjangan Sosial Ekonomi, e. Pencemaran Lingkungan, g. Individualisme yang Semakin Tinggi. A. Dampak Westernisasi. Westernisasi adalah suatu perubahan seseorang yang mulai kehilangan nasionalisme dengan meniru atau melakukan aktifitas kebarat-baratan yang dilakukan dengan cara meniru gaya hidup bangsa Amerika atau Eropa. Mengapa demikian? sebab bangsa Amerika atau Eropa di anggap lebih modern sehingga muncul anggapan bahwa menirukan gaya mereka akan disebut modern. Padahal, jika kita cermati, gaya hidup dan perilaku bangsa barat belum tentu sesuai dengan budaya kita. Gaya hidup yang bermewah-mewahan, gaya rambut yang di pirang, pergi ke club malam, Dugem adalah salah satu contoh dari salah satu bentuk westernisasi. Westernisasi dapat terjadi sebab masyarakat sering menyalahartikan antara westerniasi dan modernisasi padahal antara westernisasi, modernisasi dan globalisasi itu merupakan hal yang berbeda. Gobalisasi sebagai media penyebaran berbagia hal di dunia tidak hanya penyebaran hal-hal yang berasal dari barat, tetapi juga penyebaran unsur-unsur lain yang bersifat universal. 1. Penyebab Westerniasi. Kurangnya penguasaan dan berkembangnya iptek. Masyarakat yang bersifat konsumtif terhadap barang-barang luar negeri. Maraknya budaya barat dan akulturasi pencampuran budaya. Kurangnya kesadaran masyarakat memilah budaya baik atau buruk. Munculkan keinginan untuk mencari kebebasan, seperti negara-negara barat. Meniru gaya berbusana, gaya rambut, juga gaya hidup kebarat-baratan. 2. Dampak Positif Westernisasi. Dapat menguasai iptek. Terjadi akulturasi pencampuran budaya sehingga tidak mengalami kebosanan budaya sebab masyarakat selalu menginginkan hal-hal baru. Penggunaan bahasa lain dalam komunikasi meningkatkan wawasan dan pengetahuan. Munculnya ide-ide baru yang dapat membantu kemajuan iptek. 3. Werternisasi. Lunturnya jiwa nasionalis dan jati diri bangsa. Melunturkan sifat semangat cinta akan bangsa dan budaya sendiri. Gaya hidup yang bersifat konsumtif. Mencari segala sesuatu yang instan. Budaya barat yang dikenal dengan konsep liberalisme, mengakibatan munculnya pornografi, pergaulan bebas, dan sebagainya. B. Dampak Demoralisasi. Dekadensi moral atau demoralisasi adalah menurunnya aau merosotnya akhlak atau moral seseorang yang contohnya, Seperti munculnya perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma didalam masyarakat antara lain pembunuhan, pencurian, korupsi, dan juga pergaulan bebas yang tentunya berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas didalam masyarakat. C. Dampak Kesenjangan Sosial Ekonomi. Kesenjangan sosial ekonomi adalah perbedaan yang menonjol antara satu kelompok dengan kelompok yang lainnya dalam bidang sosial dan ekonomi. Kesenjangan sosial ekonomi dapat terjadi karena pembangunan dan modernisasi tidak dilaksanakan secara merata dan berimbang. Ketidak merataan pembangunan menyebabkan hasil pembangunan yang di terima masyarakat belum merata. Hasil-hasil yang dicapai dalam pembangunan dan globalisasi hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat saja. Ketidak merataan dan ketidak seimbangan hasil pembangunan pada akhirnya bisa membahayakan kehidupan sosial diantaranya yaitu terjadinya kecemburuan sosial. Contoh dari dampak kesenjangan sosial ekonomi tersebut adalah semakin meningkatnya angka kriminalitas, kemiskinan yang semakin menyebar, dan kualitas kesehatan yang semakin menurun. Menomorsatukan pendidikan, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan sistem keadilan di Indonesia serta melakukan pengawasan terhadap mafia hukum adalah beberapa di antara upaya yang dapat diterapkan untuk menanggulangi kesenjangan sosial ekonomi tersebut. D. Dampak Kriminalitas. Kriminalitas adalah dampak lanjutan dari segala bentuk masalah sosial yang muncul di dalam masyarakat. Lalu apakah yang menyebabkan terjadinya kriminaslitas, berikut ulasannya a. pertentangan dan persaingan. b. perbedaan ideologi politik. c. kepadatan dan komposisi penduduk. d. perbedaan kekayaan dan pendapatan, serta e. mentalitas yang labil. Banyaknya kriminalitas yang terjadi mengakibatkan dampak yang tidak sedikit yang diantaranya adalah sebagai berikut a. merugikan pihak lain baik materil ataupun immateril. b. merugikan masyarakat secara keseluruhan. d. mengganggu stabilitas keamanan dalam masyarakat. Kriminalitas yang terjadi, mengharuskan berbagai pihak berfikir untuk mencari cara pemecahan yang efektif di antaranya adalah a. menegakkan sanksi hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu. b. mengaktifkan peran orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik anak. c. selektif terhadap budaya asing yang masuk agar tidak merusak nilai budaya bangsa, dan d. menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai dan norma dalam masyarakat. E. Dampak Pencemaran Lingkungan. Pencemaran merupakan perbuatan mencemari atau membuat lingkungan mencadi tercemar. Masuknya perusahaan asing sebagai bagian dan proses dari globalisasi telah membawa perubahan pula dalam lingkingan alam. Kemudahan telah kita nikmati sebagai dampak dari globalisasi, namun demikian, kegiaan globalisasi yang tidak dibarengi dengan analisis masalah dan dampak lingkungan amdal sering menyebabkan malapetaka, yakni berupa pencemaran terhadap lingkungan yang di akibatkan oleh penggunaan teknologi, alat mesin yang digunakan oleh pabrik atau industri. Pencemaran dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yakni pencemaran tanah, air, udara, suara yang ditandai dengan berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingungan tidak dapat berfungsi lagi sebagai mana peruntukannya. Pencemaran lingkungan, baik itu lingkungan udara, air, tanah dan suara, akan berdampak pada kesehatan tubuh manusia maupun mahluk lainnya. Adapun usaha yang dilakukan untuk menajaga kelestarian lingkungan yakni berupa penanggulangan administratif, edukatif dan juga teknologis. F. Dampak Kenakalan Remaja. Vandalisme atau tawuran merupakan gejala kenakalan remaja yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar yang mencerminkan bahwa nilai budaya bangsa semakin memudar oleh kalangan remaja. Kenakalan remaja juga disebut dengan Juvenille deliquency. Kartini Kartono 1992 menjelaskan bahwa kenakalan remaja adalah gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan sifat atau perilaku yang menyimpang. Kenakalan remaja juga dapat diartikan sebagai perbuatan anak remaja usia belasan tahun yang berlawanan dengan ketertiban umum nilai-nilai norma yang diakui masyarakat yang ditujukan oleh orang, binatang, dan atau barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian pada pihak lain. Salah satu faktor penyebab kenakalan remaja adalah demonstration effect, yaitu pola hidup yang tidak memperlihatkan penampilan yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya demi diperolehnya gengsi atau prastise. Dalam hal ini, para remaja berusaha menampilkan sifat dan pola hidup seolah-olah kaya, maju, modrn, dan sebagainya mau di kata yang banyak mereka peroleh dari media massa, sehingga remaja mempunyai kecenderungan untuk konsumtif, atau agar di anggap up to date. Berikut adalah contoh dari bentuk-bentuk kenakalan remaja yang terdiri dari bentuk kenakalannya, gejalanya dan faktor penyebab kenakalan remaja yang diantaranya adalah sebagai berikut Artikel terkait lainnya Dampak Positif Globalisasi a. Bentuk - bentuk kenakalan remaja. kenakalan yang menimbulkan korban fisik seperti perkelahian, perampokan dan pembunuhan, kenakalan remaja yang menimbulkan korban materi seperti perusakan, pencurian, pencopetan, pemerasan, kenakalan yang merugikan diri sendiri seperti penyalahgunaan markoba, kenakalan yang melawan status sebagai pelajar seperti bolos sekolah, membantah orang tua dan meninggalkan rumah, kenakalan nonkriminal adalah kenakalan yang cenderung tertaring pada kesenangan yang sifatnya menyendiri, apatis terhadap kegiaan masyarakat aau sekolah, melamun, mudah tersinggung, dan sebagainya, perasaannya sangat peka dan mudah terluka, cepat tersinggung, dan membesar-besarkan kekuranan sendiri. b. Gejala dari bentuk kenakalan remaja tersebut adalah ngebut di jalan, mebentuk kelompok dengan aturan-aturan yang tidak etis seperti kelompok pergaulan bebas, membentuk kelompok yang cenderung membawa kearah yang destruktif seperti tawuran dan pemerasan, pengedaran gambar atau VCD porno dikalangan anak remaja, memakai, mengedar, dan memasuki jaringan pemakaian narkoba dan obat-obatan terlarang, tindakan indesipliner di sekolah, di rumah, di tempat umum, misalnya tidak masuk sekolah, membolos, tawuran, tidak patuh pada orang tua, dan guru, mencorat coret dan merusak faslitas umum, melakukan sifat penyimpangan seksual seperti pemerkosaan, pencabulan, kumpul kebo, dan sebagainya, melakukan tidandakan kriminal seperti, mencuri, merampok, membunuh, dan sebagainya. c. Faktor penyebab kenakalan remaja, dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor eksternal dan internal yang ulasannya adalah sebagai berikut a. Faktor eksternal / faktor penyebab dari luar Kondisi lingkungan keluarga seperti orang tua yagn terlalu sibuk dengan karir dan pekerjaannya dan akhirnya menjadi kurang memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anaknya, kurangnya proses dialogis dan komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Kontak sosial dari lembaga masyarakat kurang baik seperti kurangnya pengawasan lembaga sosial masyarakat terhadap perilaku anak muda sekarang seperti melakukan toleransi terhadap perilaku mabuk- mabukan yang di anggap wajar, tindakan perkelahian di anggap biasa saja yang mencerminkan sikap kurang tegas atau pembiaran. Kondisi geografis atau kondisi alam fisik seperti kondisi geografis yang tidak subur, kering, tandus, juga menjadi penyebab sesorang remaja melakukan tindakan menyimpang, terlebih pada indiviu yang bermental negatif, seperti melkukan pencurian, mengganggu keamanan, dan melakukan perusakan. Faktor kesenjangan ekonomi dan disintegrasi politik seperti terjadinya kecemburan sosial akibat dari kesenjangan yang nyata antara orang kaya dan orang miskin yang akhirnya menyebabkan aksi pencurian, perusakan, dan juga perampokan. Disintegrasi politik seperti perang, konflik antarparpol, dan sebagainya dapat memengaruhi remaja yang kemudian dapat menimbulkan tindakan penyimpangan. b. Faktor internal dari dalam diri remaja Krisis Identitas yakni perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi yaitu 1. terbentuknya perasaan akan konsisten dalam kehidupannya. 2. tercapainya identitas peran yang dimana kenakalan tersebut dapat terjadi ketika ramaja tersebut gagal mendapatkan peran yagn kedua. Faktor kepribadian yakni kepribadian yang tidak dibentuk dengan baik dapat mengarahkan remaja untuk melakukan kenakalan remaja yang menyimpang dari nilai norma yang berlaku. Faktor status dan perannya dalam masyarakat, tindakan menyimpang terhadap hukum yang perah dilakukan anak mendorong kembali anak tersebut untuk melakukan penyimpangan. Seorang anak yang pernah melakukan penyimpngan hukum sering kali di masyarakat disebut dengan 'eks atua mantan eks' dimana istilah tersebut sulit diterima oleh sang anak sehingga dapat menjaid pemicu kembalinya anak tersebut untuk berbuat tindakan yang menyimpang. c. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain adalah menguatkan sikap mental remaja agar mampu menyelesaikan persoalan yang di hadapinya, membarikan pendidikan tdak hanya dalam penambahan pengetahuan dan keterampilan namun juga pendidikan metal, pribadi, agama dan budi pekerti, menyediakan sarana dan menciptakan suasana yang optimal demi perkembangan pribadi yang wajar, menyelenggarak kelompok diskusi dengan memberikan kesempatan mengemukakan pendangan dan pendapat para remaja dan memberikan pengarahan yang positif, mendirikan tempat latihan untuk menyalurkan kreativitas para remaja delikuensi dan nondelikuen. G. Dampak Individualisme yang Semakin Tinggi. Individualis bisa disebut dengan perilaku yang mementingkan diri sendiri dan tidak mau tahu urusan atau kepentingan orang lain. Hal ini terjadi sebab sosialisasi yang dilakukan berdasarkan atas kepentingan semata beberapa contoh sikap individualisme yang berkembang hingga ke panduduk desa pada masa ini ialah menggunakan hanephone tanpa memperhatikan lingkungan di sekitarnya sebagai betuk dampak dari perkembangan teknologi, ketidak pedulian sosial terhadap sesama yang membutuhkan, seperti kaum miskin yang ada di sekitarnya. Demikian ulasan tentang Dampak Negatif Globalisasi diatas semoga bermanfaat dan terimakasih. Sumber Kemendikbud-RI_Jakarta,2018 Penulis Iwan Setiawan, dkk Penelaah Baha Uddin, dkk Pereview Mulyana
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Setiap negara pasti memiliki ciri khas atau identitas tersendiri yang menjadikan negara tersebut berbeda dengan negara-negara lainnya. Identitas sendiri memiliki arti sebagai ciri khas atau karakteristik yang dimiliki suatu pihak sebagai suatu pembeda atau pembanding dengan pihak yang lain. Dan nasional memiliki arti sebagai suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara nasional sudah menjadi suatu yang melekat dan mencerminkan jati diri dari suatu Bangsa. Pembentukan Identitas nasional sudah menjadi ketentuan yang telah disepakati bersama untuk menjunjung tinggi dan mempertahankan bangsa dan berusaha memperbaiki segala kesalahan di dalam suatu pembentukan identitas nasional ada beberapa faktor seperti faktor primodial yang merupakan faktor bawaan yang bersifat alamiah yang melekat pada bangsa tersebut. Sebenarnya dengan adanya identitas nasional sudah membentuk perwujudan dari sifat-sifat yang terdapat dalam unsur sosial dan budaya masyarakat. Seperti halnya di Indonesia yang di mana masyarakatnya ramah, sopan, pemaaf dan mempunyai jiwa kebersamaan yang tinggi Ada juga faktor sejarah yang membuat masyarakat bersatu dalam suatu bangsa. Persepsi yang sama dengan pengalaman di masa lalu seperti menderita bersama dikarenakan penjajahan dan hal itu membuat rasa solidaritas dan juga melahirkan tekad dan tujuan yang sama antar anggota bangsa pasti memiliki ciri khas atau karakteristik yang berbeda dengan bangsa lainnya untuk dapat dikenali oleh bangsa lain. Identitas nasional sebagai jati diri dapat menjadi alat pemersatu bangsa, contohnya bangsa Indonesia ini mempunyai Pancasila yang menjadi identitas nasional dan menjadi dasar dalam ber kehidupan berbangsa dan bernegara dan menjadi pedoman dalam kehidupan rakyat nasional dapat menjadi landasan bagi sebuah negara untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan adanya identitas nasional membuat negara mempunyai prinsip dan pegangan dalam mewujudkan potensi yang menjadi jati diri dari negara ras, suku, adat istiadat, agama dan bahasa menjadi suatu identitas yang dimiliki bangsa Indonesia. Namun, dengan munculnya era globalisasi dapat memudahkan pengaruh dari luar masuk dan membuat budaya lokal dan karakter dari bangsa Indonesia menjadi pudar dan bahkan mati. Era globalisasi yang pasti sudah tidak asing di tengah masyarakat sekarang, dengan munculnya era globalisasi membuat kemajuan teknologi yang memberikan berbagai kemudahan dan perkembangan yang dapat membantu manusia dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, politik, sosial dan era globalisasi bangsa-bangsa di seluruh dunia sedang menghadapi tantangan dari kekuatan internasional baik di bidang ekonomi, sosial, budaya dan politik. Jika suatu bangsa tidak dapat mempertahankan identitasnya maka bangsa tersebut akan kacau dan sulit untuk mewujudkan suatu tujuan dikarenakan tantangan di era globalisasi. Maka dari itu identitas nasional sangat diperlukan agar suatu bangsa dapat mempertahankan eksistensinya dan mewujudkan tujuannya. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. ABSTRAKIdentitas nasional dalam era globalisasi sekarang ini sudah mengalami kemrosotan dari nilai-nilainya yang merupakan akibat dari lajunya arus globalisasi, sehingga proses masuknya budaya asing kedalam budaya asli bangsa sudah tidak dapat dikendalikan budaya asing dan budaya asli bangsa bercampur suatu bangsa merupakan faktor yang sangat penting untuk menentukan jati diri sebuah bangsa ataupun Negara yang pada prinsipnya identitas itulah yang sedikit banyak menandakan eksistensi sebuah bangsa di lingkungan internasional. Adapun di era globalisasi sekarang ini, menuntut penyesuaian-penyesuaian strategis bagi setiap negara atau bangsa,agar dapat mempertahankan eksistensinya sebagai sebuah negara yang benar-benar berdaulat di mata dunia. Demikian halnya dengan identitas nasional suatu bangsa juga harus mempertahankan agar tidak mengalami pergeseran nilai. Kata kunci Identitas Nasional Di Era Globalisasi ABSTRACTNational identity in the current era of globalization has experienced a decline in its values which is a result of the swift flow of globalization, so the process of entry of foreign cultures into the nation's original culture can no longer be controlled. As a result, foreign culture and national culture are identity of a nation is a very important factor in determining the identity of a nation or country, which in principle is an identity that more or less indicates the existence of a nation in an international environment. As for the current era of globalization, demands strategic adjustments for each country or nation , in order to be able to maintain its existence as a country that is truly sovereign in the eyes of the world. Likewise, the national identity of a nation must also maintain so as not to experience a shift in National Identity in the Era of Globalization Baca juga Identitas Nasional Antara Budaya dan sebagai warga Negara yang baik seharusnya kita mengerti dan memahami arti serta tujuan dan apa saja yang terkandung dalam Identitas Nasional. Identitas Nasional merupakan pengertian dari jati diri suatu Bangsa dan Negara, Selain itu pembentukan Identitas Nasional sendiri telah menjadi ketentuan yang telah di sepakati bersama. Menjunjung tinggi dan mempertahankan apa yang telah ada dan berusaha memperbaiki segala kesalahan dan kekeliruan di dalam diri suatu Bangsa dan Negara sudah tidak perlu di tanyakan lagi, Terutama di dalam bidang Hukum. Seharusnya Hal - Hal yang seperti ini, Siapapun orang mengerti serta paham Aturan - Aturan yang ada di suatu Negaranya, Tetapi tidak sedikit orang yang acuh dan tidak perduli seolah - olah tidak mempermasalahkan kekliruan yang terjadi di Negaranya, Dan yang paling memprihatinkan seolah - olah masyarakat membiarkan dan bisa dikatakan mendukung, Pernyataan tersebut dapat dibenarkan dan dilihat dari sikap dan tanggapan masyarakat dari kekeliruan di bidang hukum di dalam Negara tercinta ini. Maka dari itu Identitas Nasional sangatlah penting untuk dipelajari hingga diterapkan pada kehidupan sehari - hari. Agar Masyarakat di Negara tercinta ini dapat mengubah dan memperbaiki segala kekeliruan yang terjadi, menjadikan Negara tercinta ini lebih baik lagi dari sebelumnya. Bukanlah orang lain tetapi kita sendiri sebagai masyarakat yang ada di Negara dan Bangsa ini yang dapat mengubah segala kekeliruan yang terjadi. Identitas Nasional, Identitas sendiri memiliki arti sebagai ciri yang dimiliki setiap pihak yang dimaksud sebagai suatu pembeda atau pembanding dengan pihak yang lain. Sedangkan Nasional atau Nasionalisme memiliki arti suatu paham, yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada Negara kebangsaan.[1] Faktor persamaan turunan, bahasa, daerah, kesatuan politik, adat-istiadat dan tradisi, atau persamaan agama. Akan tetapi teranglah bahwa tiada satupun di antara faktor - faktor ini bersifat hakiki untuk menentukan ada - tidaknya atau untuk merumuskan bahwa mereka harus seketurunan untuk merupakan suatu bangsa. Faktor - faktor obyektif itu penting, namun unsur yang terpenting ialah kemauan bersama yang hidup nyata. Kemauan inilah yang kita namakan Nasionalisme. Yakni suatu paham yang memberi ilham kepada sebagian terbesar penduduk dan yang mewajibkan dirinya untuk mengilhami segenap anggauta-anggautanya. Nasionalisme menyatakan bahwa Negara kebangsaan adalah cita dan satu - satunya bentuk sah dari organisasi polotik dan bahwa bangsa adalah sumber dari pada semua tenaga kebudayaan kreatif dan kesejahteraan ekonomi.[2] Arti menyeluruh dari Identitas Nasional adalah Suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain.[3] Berdasarkan pengertian di atas maka tiap bangsa memiliki Identitas masing - masing, antara bangsa satu dengan yang lain memiliki ciri khas yang berbeda - beda, untuk menjadi pandangan tentang jati diri yang sebenarnya yang dimiliki bangsa tersebut. Identitas Nasional merupakan suatu jati diri suatu bangsa yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Identitas nasional Indonesia terbentuk oleh beragam unsur, fisik dan juga non fisik. Salah satunya yang melekat pada bangsa Indonesia ialah sebutan suatu bangsa yang majemuk. Kemajumukan dari bangsa Indonesia ini tercermin pada bhineka Tunggal Ika yang ada pada simbol nasional Burung Garuda dengan lima simbol yang mewakili sila-sila pada dasar negara yaitu Pancasila. Kemajemukan ini adalah perpaduan dari bermacam-macam unsur yang menjadi inti indentitas Indonesia. Yakni Sejarah, Agama, Kebudayaan, Suku dan Nasional merupakan " manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang pada aspek kehidupan sebuah bangsa nasion dengan ciri khasnya, yang membuat berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya"Koenta Wibisono 2005. Hawley Nation-state adalah suatu bangsa yang mempunyai bangunan politik seperti ketentuan-ketentuan perbatasan teritorial pemerintah yang sah, pengakuan bangsa lain, dan sebagainyaDean A. Mix dan Sandra M. Secara hukum peraturan tentang kewarganegaraan merupakan suatu konsekuensi lnagsung dari perkembangan nasionalismKoemiatmante Soepraptowiro. Dalam bukunya yang berjudul "The Capitalis Revolution" ideologi kapitalislah yang akan menguasai dunia serta mengubah masyarakat satu persatu menjadi sistem internasional yang menentukan nasib bangsa-bangsa dibidang sosial, politik, dan kebudayaanBerger. Ciri khas suatu bangsa yang ialah lokal genius dalam menghadapi tantangan dan respon. Jika tantangan besar sementara respon kecil maka bangsa tersebut akan punah. Namun apabila tantangan kecil sementara respon besar maka bangsa tersebut akan berkembang menjadi bangsa yang kreatifToyanbee.Sejarah mencatat, sebelum menjadi negara atau bangsa nation state, Nusantara pernah mengalami kejayaan yang gemilang. Dua kerjaan bersar yakni Majapahit dan Sriwijaya yang dikenal sebagai pusat dari kekuasaan di Nusantara yang memiliki pengaruh menembus batas teritorial, dimana kedua kerajaan ini berdiri. Semangat juang masyarakat Nusantara dalam mengusir penjajah dari tanah kelahirannya, sudah menjadi ciri khas tersendiri untuk cikal bakal bangsa Indonesia yang selanjutnya akan menjadi salah satu unsur pembentukan identitas nasionalnya sebagai bangsa yang tidak mudah menyerah. Ini tercermin pada konstitusi Indonesia dimana Pembukaan UUD 1945 secara khusus menyatakan bahwa dukungan bangsa Indonesia untuk kemerdekaan setiap bangsa di atau kebudayaan yang menjadi unsur-unsur identitas nasional memiliki tiga unsur untama, yakni akal budi, pengetahuan dan peradaban. Akal budi bangsa Indonesia terlihat pada keramahan serta kesantunan orang Indonesia yang sudah dikenal di dunia. Selanjutnya ialah unsur indentitas pengetahuan bisa kita lihat dari kekayaan penampilan bansa Indonesia sebagai bangsa maritim, dari berbagai bangunan candi yang beraneka ragam dan kapal pinisi merupakan unsur indentitas pengetahuan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain di dunia. Adapun unsur identitas peradabannnya terlihat pada dasar negara yaitu Pancasila yang menunjukan kekuatan atas nilai-nilai yang sangat STRATEGI MEMPERTAHANKAN IDENTITAS Identitas Nasional Dalam Era GlobalisasiGlobalisasi saat ini bergerak dengan sangat cepatnya,kemajuan teknologi informasi serta komunikasi menyebabkan hubungan antar manusia menjadi sangat cepat dan tanpa batas. Setiap orang bisa berbicara dan bertatap muka dengan berbagai masyarakat dari berbagai belahan dunia lainnya. Dengan adanya nkemajuan dibidang teknologi dan informasi mempengaruhi keberadaan bidang-bidang lain. Misalnya bisnis, tr5ansportasi, pembangunan, pendidikan, budaya. Pengaruh dari adanya kemajuan ini memudahkan proses transaksi bisnis dan tranportasi maka secara otomatis akan memudahkan masuknya budaya-budaya asing yang akan mempengaruhi nidentitas juga Lunturnya Identitas Nasional Bangsa IndonesiaDalam identitas nasional, budaya adalah salah satu faktor penentu jati diri bangsa. Pada saat ini budaya local daerah perlahan-lahan mulai berubah dan bahkan ada bagian tertentu yang hilang, ini terlihat secara perlahan-lahan masyarakat cenderung berpikir dan menerapkan budaya nasional dalam tata kehidupan secara format bisnis yang dibangunnya. Seperti beberapa menu makanan dan tata budaya local mulai terasa asing diterapkan, seperti model keputusan ke daerah mulai ditinggalkan dan dipakai format budaya nasional, padahal kearifan budaya daerah juga mampu menyelesaikan berbagai macam atau kebudayaan yang menjadi unsur-unsur identitas nasional memiliki tiga unsur untama, yakni akal budi, pengetahuan dan peradaban. Akal budi bangsa Indonesia terlihat pada keramahan serta kesantunan orang Indonesia yang sudah dikenal di dunia. Selanjutnya ialah unsur indentitas pengetahuan bisa kita lihat dari kekayaan penampilan bansa Indonesia sebagai bangsa maritim, dari berbagai bangunan candi yang beraneka ragam dan kapal pinisi merupakan unsur indentitas pengetahuan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain di dunia. Adapun unsur identitas peradabannnya terlihat pada dasar negara yaitu Pancasila yang menunjukan kekuatan atas nilai-nilai yang sangat majemukB. Strategi Mempertahankan Identitas NasionalDalam arus globalisasi ada begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh berbagai negara, maka ada begitu banyak pula tuntutan untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi tersebut. Termasuk juga tantangan dalam mempertahankan jati diri bangsa. Untuk menghadapi hal ini perlu adanya strategi untuik mempertahankan identitas nasional yang merupakan jati diri bangsa, diamtaranya dengan mengembangkan nasionalisme, pendidikan, budaya, dan bela Mengembangkan NasionalismeNasionalisme telah menjadi pemicu kebangkitan kembalu dari budaya yang telah memberi identitas sebagai anggota dari suatu masyarakat bangsa-bangsa. Secara umum, nasionalisme dipahami sebagai kecintaan terhdap tanah air, termasuk segala aspek yang terdapat di dalamnya. Dari pengertian tersebut ada beberapa sikap yang bisa mencerminkan sikap nasionalisme, yaituMenggunakan barang-barang hasil bangsa sendiri, karena bisa menambah rasa cinta dan bangga akan hal yang dibuat oleh tangan-tangan kreatif perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan bangsa ini, bisa dilakukan dengan beberapa perbuatan misalkan membaca, menonton, mengunjungi hal-hal yang berkaitan tentang sejarah bangsa ini lahir. Hal ini bertujuan untung membangkitkan jiwa nasionalisme yang sudah ada dari masing-masing dalam semua bidang misalkan dari bidang olahraga, akademik, teknologi dan lain-lain. Hal ini bertujuan untuk menambahkan rasa bangga dan sikap rela berkorban demi tiga aspek penting yang tidak dapat dilepsskan dalam konteks nasionalisme yaituPolitik, Nasionalisme Indonesia bertujuan menghilangkan dominasi politik bangsa asing dan menggantinya dengan system pemerintahan yang berkedaulatan ekonomi. Nasionalisme Indonesia muncul untuk mennghrntikan eksploitasi ekonomi asing dan membsngun masyarakat baru yang bebas dari kemeralatan dan Nasinalisme Indonesia bertujuan menghidupkan kembali kepribadian bangsa yang harus diselaraskan dengan perubahan zaman Dengan demikian, mengembangkan sikap nasionalismecinta tanah air akan dengan sendirinya telah mempertahankan dan melestarikan keaslian dari bangsanya,termasuk budaya atau kebiasaan, karakter, sifat-sifat produk dalam negri dan adat istiadat dalam suku jati diri bangsa Indonesia dapat dilaksanakan melalui jalur formal maupun informal. Melalui jalur formal jati diri bangsa Indonesia dapat dikembangkan melalui pendidikan. Pendidikan nasional mempunyai peran sangat yang sangat besar didalam pembentukan jati diri bangsa Indonesia. Salah satu kenyataan bangsa Indonesia ialah memiliki kekayaan budaya yang beraneka ragam dengan jumlah suku bangsa yang ratusan dengan budayanya masing-masing merupakan kekayaan yang sangat berharga didalam pembentukan bangsa Indonesia yang multikultur. Didalam upaya pembentukan dan mempertahankan jati diri bangsa, peran pendidikan sangat efektif untuk menimbulkan rasa memiliki dan keinginan untuk mengembangkan keknyaan nasional dari masing-masing budaya ini sejalan dengan penuturan syamhil dalam tulisannya yang ditampilkan di blog-nya bahwa salah satu upaya untuk mengembalikan dan mengembangkan identitas nasional adalah melalui bidang pendidikan. Socrstes menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses pengembangan manusia kearah kearifanWisdom,pengetahuan knowledge,dan etika conduct, dua fenomena mengapa pendidikan adalah pertama dan BudayaSeseorang yang disebut berbudaya adalah seorang yang menguasai dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai budaya, khususnya nilai-nilai etis dan moral yang hidup didalam kebudayaan tersebut. Budaya merupakan salah faktor penentu jati diri pengertiannya, budaya adalah hasil karya cipta manusia yang telah dihasilkan dan telah dipakai dan diterapkam dalam kehidupan dalam waktu yang lama, akan mempengaruhi pembentukan pola kehidupan masyarakat, seperti kebiasaan rajin ini berpengaruh secara jangka panjag, sehingga sudah melekat dan terpatri dalam diri pada kenyataannya budaya indonesia sekarang ini mulai menghilang karena pengaruh budaya asing yang masuk ke indonesia, untuk itulah perlu adanya pembangunan kembali jati diri dan budaya bangsa dan negara,ada dua hal utama yang harus dilakukanMerevitalisasi kedaulatan politik, ekonomi dan budaya agar berada pada jalur yang benar sesuai dengan hakikat bangsa yang merdeka sehingga bangsa kita mampu mandiri dan bermatabatMendorong political will penyelenggaraan negara, baik eksekutif maupun legislatif untuk membangun dan menjabarkan kembali nilai-nilai dan semangat kebangsaan disetiap hati nurani pembangunan diatas, pembangunan dalam bangunan-bangunan budaya seperti rumah adat, dan lain seagainya juga perlu diperhatikan untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada di indonesia. Dengan demikian, jelaslah bahwa dengan melestarikan budaya bangsa, dapat memperkokoh identitas nasional itu sendiri karena dalam setiap pelaksanaan nilai-nilaibudaya masyarakat akan lebih cenderung melekat dan Bela NegaraPasal 27 ayat 3 UUD 1995 berbunyi setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Dari bunyi pasal tersebut menunjukan bahwa bela negara merupakan hak dan sekaligus kewajiban bagi setiap warga negara, ini membuktikan bahwa bela negara juga menjadi suatu aturan agar setiap warga negara harus melakukan tindakan bela negara demi ketahanan dan eksistensi sebuah Mempertahankan Identitas NasionalIdentitas nasional indonesia meliputi apa yang dimiliki bangsa indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain seperti kondisi geografis, sumber kekayaan alam indonesia, kependudukan indonesia, dan pertahanan keamanan. Baca juga Bagaimana Faktor Pendukung dan Penghambat Perkembangan Identitas Nasional?Menghadapi identitas nasional, bangsa indonesia sendiri masih kesulitan dalam menghadapi kesulitan dalam menghadapi masalah bagaimana untuk menyatukan negara yang mempunyai banyak sekali kelompok etnis, yang memiliki pengalaman yang berbeda dari satu wilayah kewilayah lainnya. Namun saat ini masyarakat indonesia masih bingung dengan identitas bangsanya. Karena kebiasaan ataupun budya masyarakat kita telah bercampur degan kebiasaan dan budaya-budaya identitas nasional itu antara lain pola perilaku yang nampak dalam kegiatan masyarakat seperti adat-istiadat, tata kelakuan, kebiasaan. Lambang-lambang yang menjad ciri bangsa dan negara seperti bendera, bahasa, dan lagu globalisasi yang demikian pesatnya, ternyata mampu mempengaruhi identitas nasional dan berpotensi sebagai prenyebab merosotnya nilai-nilai budaya asli bangsa. Masyarakat budya tidak lagi memperhatikan budayanya sendiri aalagi punya keinginan dan dorongan untuk melestarikannya. Mereka cenderung mengadopsi dan menerapkan budaya asing dan mengabaikan budaya sendiri,budaya yang asli dianggap kuno dibandingkan dengan budaya asing yang dianggap lebih dan pemikiran seperti inilah yang membuatmenurunya nilai-nilai kebudayaan asli bangsa dan berpotensi hilangnya identintas bangsa yang Tannas IndonesiaAsas ketahanan nasioal indonesia adalah tata laku berdasarkan nilai-nilai pancasila, UUD1945,dan wawasan Nusantara,yang terdiri dari Asas kesejahteraan dan KeamananKesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial. Dengan demikian, kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional. Tanpa kesejahteraan dan keamanan sistem kehidupan nasional tidak akan dapat Komprehensif Integral atau Menyeluruh TerpaduSistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras pada seluruh aspek kehidupan masyarakat,berbangsa,dan Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar ke DalamMawas kedalam bertujuan menumbuhkan hakikat sifat dan kondisi khidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proposional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. Hal ini tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap isolasi atau nasionalisme sempit. b. Mawas ke LuarMawas keluar bertujuan untuk mendapatkan antisipasi dan berperan serta mengatasi dampak lingkungan strategis luar negri dan menrima kenyataan adanya interaksi dan ketergantungan degan dunia KekekluargaanAsas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa, dan tanggung jawab dalam kehiduoan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Asas inimengangkat adanya perbedaan, perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat saling Ketahanan Nasional IndonesiaMandiriKetahanan nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada keuletan dan ketngguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah, dengan tumpuan pada identitas integritas, dan kepribadian nasional tidaklah tetAp , ia dapat meningkat atau menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa, serta lingkungan pembinaan ketahanan nasional indonesia secara berlanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa. Makin tinggi tingkat ketahanan nasiaonal indonesia makin tinggi pula kewibawaan dan tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh bangsa dan negar dan KerjasamaKonsepsi dan ketahanan nasional indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antaragonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih mengutamakan sikap konsultatif,kerjasama,serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan moral dan kepribadian bangsa. KesimpulanIdentitas nasional dalam era globalisasi sekarang ini sudah mengalami kemrosotan nilai-nilai yang merupakan akibat dari lajunya arus globalisasi sehingga proses masuknya budaya asing kedalam budaya asli bangsa .Untuk menyikapi hal tersebut perlu adanya strategi untuk mempertahankan identitas nasional dianggap penting untuk dipertahankan karena alas an berikut Identitas nasional merupakan jati diri sebuah bangsa yang merdekaIdentitas nasional menjadi faktor utama yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa lain Daftar pustaka 2001. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta PT Gramedia Pustaka Utama 1 2 3 4 5 6 7 Lihat Humaniora Selengkapnya
Penulis Sumarna – APN Kementerian Pertahanan RI. Jakarta – Era globalisasi sangat dipengaruhi oleh perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi IPTEK, serta dinamika lingkungan strategis yang dinamis baik regional dan nasional suatu negara. Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar dengan berbagai budaya, bahasa dan sebagainya yang sangat beraneka ragam, sehingga memiliki potensi ancaman disintegrasi bangsa. Perlu disyukuri hidup di negara yang majemuk ini karena di dalamnya terdapat banyak sekali keberagaman yang dapat menjadi suatu kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Namun, dengan banyaknya perbedaan yang dimiliki juga dapat membuat negara Indonesia rawan terjadi pergesekan antar suku, agama, ras, golongan jika kita tidak menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa, antara lain ; pertama menurunnya sikap toleransi masyarakat; kedua kesenjangan sosial sehingga menyebabkan iri hati antar kelompok; ketiga muncul ideologi baru selain Pancasila; keempat ketidakpuasan masyarakat terhadap pembangunan di daerahnya, dan lain sebagainya. Potensi disintegrasi bangsa juga dipengaruhi oleh dinamika lingkungan strategis nasional, regional dan global yang dinamis, sehingga agak sedikit sulit untuk memprediksi kemungkinan apa yang akan terjadi dimasa mendatang. Oleh karena itu dalam rangka untuk meminimalisir terjadinya ancaman tersebut diperlukan berbagai upaya agar terwujud penguatan wawasan kebangsaan Wasbang dan peningkatan kewaspadaan nasional Padnas bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Apabila suatu negara atau bangsa tidak mampu menghadapi dampak dinamika era globalisasi serta perkembangan lingkungan, maka besar kemungkinan negara tersebut akan hancur dan terlindas oleh arus globalisasi perubahan global, sebab hanya ada dua kemungkinan yang akan dihadapi negara itu, yakni sebagai pemenang the winners atau sebagai pecundang the lossers. Terjadinya kasus disintegrasi bangsa dan beberapa negara yang dianggap gagal seperti Turki Usmani, Uni Soviet, Yugoslavia, Vietnam, dan negara-negara Timur Tengah menunjukkan salah satu bukti nyata betapa besarnya ancaman disintegrasi bangsa di era globalisasi saat ini, termasuk Indonesia. Sebagai bagian dari komunitas internasional, Indonesia tidak terlepas dari permasalahan disintegrasi bangsa dan keterpengaruhan oleh dinamika lingkungan strategis. Pembukaan UUD 1945, mengamanatkan bahwa Indonesia tetap harus mampu menjamin eksistensinya sebagai NKRI dan harus mampu mendorong terwujudnya tujuan nasional, untuk itu diperlukan kemampuan memberdayakan seluruh potensinya guna kepentingan negara. Wawasan Kebangsaan, menurut Prof. Muladi, mantan Gubernur Lemhannas, adalah suatu cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya, serta mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Konsep kebangsaan adalah suatu hal yang sangat mendasar bagi bangsa Indonesia dan dalam realitasnya konsep kebangsaan sudah dijadikan sebagai dasar negara dan ideologi negara dalam rumusan Pancasila tercantum pada Alinea IV Pembukaan UUD 1945 dan Konsep kebangsaan ini yang membedakan antara bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. Dorongan ini melahirkan kebangsaan Indonesia bersumber dari perjuangan guna mewujudkan kemerdekaan dan memulihkan martabat kita sebagai manusia, serta menolak segala bentuk diskriminasi suku, agama, ras/ golongan, warna kulit, asal-usul, kedaerahan, keturunan, serta keyakinan terhadap Tuhan YME dan status sosial, yang memiliki tujuan untuk membangun, serta mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam upaya meminimalisir berbagai dampak negatif perkembangan globalisasi diperlukan daya tangkal bangsa yang tangguh sebagai modal utama pembangunan bangsa dan Negara, maka diperlukan berbagai langkah strategis melalui upaya penguatan Wawasan Kebangsaan dan peningkatan Kewaspadaan Nasional, sehingga akan mampu meminimalisir berbagai kompleksitas ancaman yang terjadi, termasuk potensi ancaman disintegrasi bangsa. Padnas bertitik tolak dari keyakinan ideologi dan wawasan kebangsaan yang kokoh, didukung upaya pemantauan sejak dini dan berkesinambungan dari implikasi kondisi yang berkembang di dalam negeri maupun luar negeri. Resiko disintegrasi bangsa adalah konsekuensi dari kemajemukan bangsa, sedangkan Tannas yang diharapkan adalah ketahanan menghadapi resiko disintegrasi. Ketahanan nasional yang kuat akan dapat terbentuk, apabila setiap warga negara memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, didukung kekuatan seluruh komponen bangsa, termasuk sarana prasarana dan sumber daya nasional yang kuat. Sehingga visi persatuan dan kesatuan bangsa yang diamanatkan dalam Wasnus akan terwujud secara konkrit. Dinamika lingkungan strategis memberikan pengaruh luas, baik bersifat positif maupun negatif terhadap semua aspek kehidupan baik itu aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hukum, dan pertahanan keamanan. Kemampuan daya tangkal tidak terlepas dari kuat atau tidaknya kewaspadaan nasional dan ketahanan nasional suatu negara, serta akan selalu membawa implikasi baik positif maupun negatif pada sisi lain secara bersamaan dalam lingkungan global, regional dan nasional. Adapun perkembangan lingkungan global banyak dipengaruhi oleh kebijakan negara-negara major powers dalam mengamankan kepentingan nasionalnya, serta kecenderungan ke depan masih berada dalam keterpengaruhan kepentingan negara-negara besar seperti Amerika Serikat AS, Cina, Rusia, dan negara-negara Uni Eropa lainnya, dalam menjamin kepentingan ekonomi, politik, dan keamanan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sedangkan pada lingkup regional, sejumlah isu-isu tradisional yang hingga kini masih menjadi faktor yang mempengaruhi interaksi antarnegara di berbagai kawasan, serta kemajuan ekonomi regional powers yang menandai perkembangan positif di tingkat regional. Dalam konteks stabilitas keamanan regional, sejumlah isu keamanan masih mewarnai kawasan ini, seperti konflik yang bersumber pada klaim teritorial, keamanan jalur pelayaran dan perdagangan, terorisme, perompakan, bajak laut dan penyelundupan, sehingga perlu peningkatan kerjasama dalam mengatasi permasalahan ini yang menyebabkan setiap negara berupaya meningkatkan kapasitas dan kemampuan kekuatan militer untuk mencegah berbagai ancaman dan membangun daya tangkal yang tangguh. Dalam rangka mencegah disintegrasi bangsa dengan Wawasan kebangsaan dalam memperkuat ketahanan nasional , maka diperlukan pemahaman dan pembekalan wawasan kebangsaan untuk memperkuat ketahanan nasional bagi setiap warga negara sehingga dapat menyikapi dengan baik perbedaan yang ada agar tidak merugikan bangsa sendiri dengan melalui berbagai lingkungan baik lingkungan kerja lingja, lingkungan pendidikan lingdik dan lingkungan pemukiman lingkim melalui berbagai media social yang ada, seperti buku pelajaran, internet, televisi, surat kabar, poster, Facebook, dan lain sebagainya. Sehingga dengan adanya wawasan kebangsaan, maka akan terbuka melihat banyak sekali keberagaman yang ada di Indonesia, baik suku, agama, ras, golongan, dan lain sebagainya yang potensi yang saling melengkapi sehingga merupakan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia karena kaya akan keberagaman dengan demikian aneka keberagaman yang ada justru membuat Indonesia semakin indah dan dikagumi. Ketika disadari betapa indahnya keberagaman, akan menimbulkan rasa ingin menjaga dan mempertahankan keberagaman yang ada dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini selaras dengan tujuan wawasan kebangsaan yaitu menjamin persatuan dan kesatuan bangsa di berbagai aspek kehidupan untuk mencegah timbulnya disintegrasi bangsa dan terus berupaya menjaga persatuan dan kesatuan. Akhirnya dengan perbedaan yang ada bukan merupakan suatu persoalan bagi bangsa Indonesia, namun harus dimanfaatkan untuk saling melengkapi, saling membantu, tolong-menolong, dan bergotong-royong untuk mencapai tujuan pembangunan nasional, menuju Indonesia yang adil dan makmur. RedG
jika suatu bangsa menolak globalisasi maka bangsa tersebut akan